JAKARTA, KOMPAS.com — Mau tahu ranking perusahaan Amerika Serikat berpendapatan terbesar selama tahun lalu? Majalah Fortune kembali mengumumkan Fortune 500 yang berisi daftar perusahaan AS berpendapatan terbesar.
Fortune menempatkan perusahaan minyak ExxonMobil Corp di posisi pertama daftar itu. Fortune mencatat, tahun lalu, pendapatan ExxonMobil mencapai 442,9 miliar dollar AS (Rp 4.761 triliun), lima kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. ExxonMobil juga meraih laba bersih tertinggi ketimbang perusahaan lain, yaitu 45,2 miliar dollar AS.
ExxonMobil menggusur posisi Wal Mart Stores Inc. Tahun lalu, pendapatan peritel besar di AS itu 405,61 miliar dollar AS dan menangguk laba bersih 13,4 miliar dollar AS.
Setahun sebelumnya, Wal Mart menempati posisi pertama di daftar itu. Waktu itu, Wal Mart meraih pendapatan 378,80 miliar dollar AS dan laba bersih 40,61 miliar dollar AS.
Data tahun ini juga menunjukkan kondisi perusahaan-perusahaan di AS yang memprihatinkan. Pendapatan rata-rata seluruh perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 turun 85 persen menjadi cuma 99 miliar dollar AS tahun lalu.
Bulan lalu, majalah Forbes juga merilis Forbes Global 2000 yang berisi daftar perusahaan terbesar di dunia tahun ini. Perhitungan bobot daftar itu berdasarkan nilai penjualan, keuntungan dan aset perusahaan, serta kapitalisasi pasar perusahaan tersebut pada tahun sebelumnya.
Dalam daftar itu, ExxonMobil juga menempati urutan pertama dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai 335,54 miliar dollar AS. ExxonMobil juga menempati posisi pertama perusahaan dengan laba bersih terbesar sedunia.
Namun, untuk kategori perusahaan dengan pendapatan terbesar, posisi pertama dipegang oleh perusahaan minyak dan gas asal Belanda, Royal Dutch Shell. Tahun lalu, penjualan perusahaan tersebut 458,36 miliar dollar AS. (Harris Hadinata/Kontan)
Selasa, April 21, 2009
ExxonMobil Jadi Perusahaan Terbesar
Harga Minyak Melorot ke 45 Dollar AS
SINGAPURA, KOMPAS.com — Harga minyak melemah di perdagangan Asia, Selasa (21/4), menyusul penurunan tajam harga saham AS memunculkan kembali kekhawatiran terhadap memburuknya ekonomi dan dampaknya terhadap permintaan energi.
Kontrak berjangka utama di New York, minyak mentah light sweet untuk penyerahan Mei turun 44 sen menjadi 45,44 dollar AS per barrel pada perdagangan sore. Pada hari Senin kontrak minyak turun hampir sembilan persen di AS. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni turun 31 sen menjadi 49,55 dollar AS per barrel.
Para analis mengatakan, harga kembali menyesuaikan diri dengan kondisi aktual di pasar minyak. "Koreksi yang terjadi menghapus kenaikan yang tidak sesuai dengan kondisi fundamental pasokan dan permintaan," kata Antoine Halff, Wakil Direktur Utama NewEdge Group.
Perlambatan global telah menurunkan permintaan energi dan menarik turun harga minyak dari puncak pada sekitar 147 dollar AS per barrel pada tahun lalu.
Menteri Perminyakan Uni Emirat Arab (UAE) mengatakan, Senin, bahwa harga minyak pada 50 dollar AS per barrel akan mendukung ekonomi global, UAE merupakan produsen minyak terbesar kesembilan di dunia.
Briket Kulit Kacang
Sehari-hari Edy Gunarto bergelut dengan kulit kacang. Kulit kacang itu dia masukkan ke dalam sebuah drum besar lalu dibakarnya selama sekitar dua jam. Agar cepat dingin, arang kulit kacang itu kemudian dijemur. Setelah dihancurkan hingga menyerupai tepung, adonan itu diaduk dengan lem kanji. Proses terakhir adalah mencetaknya menjadi briket siap pakai.
Warga Dusun Plebengan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, DI Yogyakarta, ini menggeluti usaha itu setidaknya sejak lima tahun terakhir. Briket produksinya itu sudah dipasarkan ke berbagai kota, seperti
Gagasan membuat briket kulit kacang muncul ketika Edy menghadapi banyaknya sampah kulit kacang di daerahnya. Sampah itu dibiarkan berserakan di pinggir jalan atau dibuang begitu saja di kebun-kebun. Di rumahnya sendiri, sampah kulit kacang juga tidak kalah banyaknya. Apalagi istrinya adalah pengepul kacang tanah.
”Bila panen tiba, banyak petani yang menjual kacang kepada istri saya. Setelah dikupas, oleh istri saya lalu dijual kepada pedagang pasar tradisional, terutama di Beringharjo. Jadi, sampah kulit kacang di rumah selalu menumpuk,” katanya.
Sampah kulit kacang itu makin menumpuk ketika Edy berhasil membuat alat pengupas kacang dengan kapasitas 2 kuintal per hari. Alat itu terus dia sempurnakan hingga kapasitasnya mencapai 1,5 ton per hari. Alat itu dibuatnya setelah mengamati alat perontok padi karena prinsip kerjanya hampir sama.
”Dengan bantuan alat pengupas, kacang tanah yang tertampung semakin banyak. Tidak hanya dari petani di Bantul, tetapi juga dari wilayah Gunung Kidul dan Kulon Progo. Itu membuat usaha istri saya berkembang pesat. Dampak lainnya, ya semakin menumpuknya sampah kulit kacang di rumah kami,” ujarnya.
Awalnya Edy hanya menjual sampah kulit kacang itu kepada para perajin tahu seharga Rp 30.000-Rp 35.000 per truk. Oleh perajin, kulit kacang dipakai sebagai bahan bakar mengolah tahu.
Setelah mendapat informasi dari berbagai sumber, seperti buku dan pelatihan tentang pembuatan briket, dia pun tertarik membuat briket kulit kacang. ”Saat itu yang diperkenalkan adalah pembuatan briket dari serbuk gergaji. Namun, karena bahan bakunya di tempat saya sulit dan yang tersedia kulit kacang, ya saya coba saja,” cerita Edy.
Selama masa eksperimen, Edy masih mencampur kulit kacang dengan serbuk gergaji. Dia khawatir, kalau semua bahan bakunya dari kulit kacang, briketnya tidak bisa sempurna. Lambat laun dia mulai meninggalkan serbuk gergaji dan hanya menggunakan kulit kacang.
Keuletan dan ketelatenan Edy melakukan eksperimen membawanya pada satu kesimpulan, yakni briket bisa dibuat dari semua jenis limbah organik. Selain kulit kacang, briket juga bisa dibuat dari bahan baku
Sekarang, bila stok kulit kacang tengah menipis, Edy beralih pada bahan baku yang lain. ”Karena di daerah sini terkenal sebagai sentra kacang, stok
Dalam sehari Edy bisa memproduksi sekitar 70 kilogram briket. Setiap 1 kg briket membutuhkan sekitar 2 kg kulit kacang. Jadi, dalam sehari kebutuhan bahan bakunya mencapai 180 kg kulit kacang.
Selain memanfaatkan sampah kulit kacang milik sendiri, Edy juga membeli dari petani seharga Rp 50 per kg. Briket kemudian dia jual
”Produksinya memang belum terlalu tinggi, padahal permintaannya cukup banyak. Salah satu kendalanya adalah peralatan yang kami gunakan sebagian besar masih tradisional. Kalau saja ada investor yang tertarik, mungkin usaha ini bisa dikembangkan lebih maksimal mengingat potensi sampah organik di sini sangat besar,” ujar Edy.
Semua peralatan yang dipakai Edy memang tergolong sederhana. Ia memodifikasi semuanya sendiri. Latar belakang pendidikan teknik mesin semasa belajar di STM 2 Jetis Bantul ternyata cukup membantu.
Misalnya, untuk mesin pengaduk molen briket, dia membuat sendiri dengan meniru prinsip kerja mesin buatan pabrik. Untuk membuat alat itu, ia menghabiskan sekitar Rp 2 juta, sementara jika membeli di pabrik bisa sampai Rp 5 juta. Untuk mencetak briket, Edy juga
Untuk memanfaatkan briket, konsumen tinggal membeli tungku yang terbuat dari tanah liat seharga sekitar Rp 10.000. ”Sebelumnya memang belum ada perajin gerabah yang membuat tungku untuk briket. Ketika itu yang ada tungku dari besi seharga Rp 150.000. Setelah saya bicarakan dengan para perajin, mereka lalu memproduksi tungku gerabah sehingga konsumen tidak kesulitan mendapatkannya,” kata Edy.
Untuk menyalakan briket di tungku gerabah tidaklah susah. Caranya, briket ditaruh di lubang di atas tungku lalu dinyalakan dari atas. Menyalakannya pun tidak sesulit briket batu
Keuletan Edy dalam mengembangkan usahanya ternyata mendapat respons positif. November tahun lalu dia berhasil menggondol juara pertama tingkat nasional kategori pengembangan entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia bekerja sama dengan Citi Peka.
Penghargaan itu membuat Edy semakin bersemangat. Atas prestasinya tersebut, dia mendapat hadiah Rp 11 juta. Rencananya uang itu akan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
Dia yakin, usahanya akan
”Tanpa subsidi, harga minyak tanah bisa Rp 8.000 per liter. Jadi mungkin akan semakin banyak masyarakat yang beralih pada bahan bakar alternatif,” kata Edy.
Menurut dia, briket buatannya mirip dengan briket batu bara. Setiap 1 kg briket bisa menghasilkan panas hingga sekitar dua jam.
Menggunakan briket untuk bahan bakar memasak juga terhitung lebih irit dibandingkan dengan memakai minyak tanah. Untuk keperluan memasak nasi, sayur, dan lauk, jika menggunakan kompor minyak tanah bisa menghabiskan sekitar satu liter minyak yang harganya sekitar Rp 8.000 (harga nonsubsidi). Jika memakai briket, hanya mengeluarkan uang Rp 2.500.
Selain lebih irit, briketsumber : kompas >>> coy's
Sabtu, April 18, 2009
Konsumsi BBM Indonesia Tergolong Sangat Boros
Jumat, 2009 April 17

Jakarta - Konsumsi BBM di Indonesia tergolong sangat boros. Untuk itu pemerintah berharap konsumsi BBM bisa turun dari 1,6 juta barel per hari (bph) di tahun 2008 menjadi 1,5 juta bph di tahun ini.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Evita Herawati Legowo usai Launching Pelayanan Investasi Migas Terpadu dan Gerakan Hemat BBM di Gedung Ditrektorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Plaza Centris, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (17/4/2009).
"Pada tahun 2008 konsumsi BBM sekitar 1,6 juta bph. Tahun ini kalau bisa 1,5 juta bph karena turun 0,1 juta itu juga nggak gampang," ungkap Evita.
Dilihat dari angka konsumsi BBM, Indonesia termasuk dalam kategori negara yang boros. Pada tahun 2006, saat konsumsi BBM di negara-negara lain berada di bawah 1 juta bph, konsumsi BBM Indonesia mencapai 1,84 juta bph.
"Kita termasuk sangat boros jika dibandingkan negara lain, kita hampir dua kali lipat."
Namun Evita melihat saat ini sudah ada kesadaran masyarakat untuk mengurangi konsumsi BBM. Hal ini ditunjukan dengan menurunnya konsumsi BBM dari 1,84 juta bph di tahun 2006 menjadi 1,6 juta bph di tahun 2008.
"Kita sudah mulai menyadari," ungkapnya.
Evita menambahkan pada tahun 2025 pemerintah menargetkan konsumsi BBM di bawah 1 juta bph. "Di 2025 di bawah satu juta barel atau setidaknya sama dengan Jepang dan Jerman di 2006," jelasnya. Sementara itu, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro
menyatakan dengan adanya gerakan hemat BBM, maka penggunaan energi fosil dapat ditekan sehingga bisa mengurangi impor BBM, mengurangi pencemaran udara dan peningkatan peranan eneergi alternatif seperti Coal Bad Methane (CDM).
"Gerakan hemat energi ini untuk meningatkan semua stake holder dan masyarakat bahwa BBM yang berasal dari energi fosil akan habis,"coy
CSR Korporasi Dukung Pendidikan Tinggi
Senin, Maret 16, 2009
Element dan Proses Dalam Pembentukan Hydrokarbon
Banyak orang bertanya-tanya bagaimana sih minyak itu terbentuk dan kenapa tidak semua tempat bisa punya jebakan minyak dan gas bumi? Jadi inget waktu dulu diceritain kalo di suatu tempat ada minyak bumi berarti dulu dinosaurus pernah tinggal dan mati disitu. Terus karena dinosaurus itu tertimbun dan mengalami peruraian maka berubahlah dinosaurus itu menjadi organik material dan akhirnya menjadi minyak bumi. Hmmmm…salah satu penjelasan yang masuk akal. Tapi kalo dipikir-pikir lagi kenapa cuma dinosaurus saja yang bisa jadi minyak gimana dengan yang lain???
Nah looohhh….mulailah kita berpikir lebih panjang lagi untuk bisa menjelaskan proses terbentuknya dan terjebaknya minyak dan gas bumi. Ada suatu analog yang bisa kita pakai untuk menjelaskan terjebaknya hydrocarbon. Seperti halnya membuat kue (sllluurrppp), sebelum kita bisa menikmati kue itu maka kita harus punya bahan dasar kue dan proses gimana membuat kue. Hal ini sama dengan minyak bumi, sebelum minyak terjebak maka kita perlu element atau unsur dan proses pembentuk minyak dan gas bumi.
Element atau unsur minyak bumi bisa dibagi menjadi 5 bagian.
1. Batuan induk (Source): batuan yang mempunyai banyak kandungan material organik. Batuan ini biasanya batuan yang mempunyai sifat mampu mengawetkan kandungan material organik seperti batu lempung atau batuan yang punya banyak kandungan material organik seperti batu gamping.
2. Batuan penyimpan (Reservoir): batuan yang mempunyai kemampuan menyimpan fluida seperti batu pasir dimana minyak atau gas dapat berada di antara butiran batu pasir. Atau bisa juga di batu gamping yang banyak rongga-rongganya. Intinya batu yang punya rongga dan rongga-rongga ini terhubung satu sama lain.
3. Batuan penutup (Seal): batuan yang impermeable atau batuan yang tidak gampang tembus karena berbutir sangat halus dimana butiran satu sama lain sangat rapat.
4. Migrasi (Migration): berpindahnya minyak atau gas bumi yang terbentuk dari batuan induk ke batuan penyimpan sampai dimana minyak dan gas bumi tidak dapat berpindah lagi.
5. Jebakan (Trap): bentuk dari suatu geometri yang mampu menahan minyak dan gas bumi untuk dapat berkumpul.
Proses juga tidak kalah pentingnya dengan unsur penyusun minyak bumi. Kalau kita punya unsur tapi proses tidak mendukung atau sebaliknya maka minyak bumi juga tidak akan terbentuk. Proses juga bisa dibagi menjadi 5 tahap.
1. Pembentukan (Generation): Tekanan dari batuan2 di atas batuan induk membuat temperatur dan tekanan menjadi lebih besar dan dapat menyebabkan batuan induk berubah dari material organik menjadi minyak atau gas bumi.
2. Migrasi atau perpindahan (Migration): Senyawa hidrokarbon (minyak dan gas bumi) akan cenderung berpindah dari batuan induk (source) ke batuan penyimpan (reservoir) karena berat jenisnya yang ringan dibandingkan air.
3. Pengumpulan (Accumulation): Sejumlah senyawa hidrokarbon yang lebih cepat berpindah dari batuan induk ke batuan penyimpan dibandingkan waktu hilangnya jebakan akan membuat minyak dan gas bumi terkumpul.
4. Penyimpanan (Preservation): Minyak atau gas bumi tetap tersimpan di batuan penyimpan dan tidak berubah oleh proses lainnya seperti biodegradation (berubah karena ada mikroba-mikroba yang dapat merusak kualitas minyak).
5. Waktu (Timing): Jebakan harus terbentuk sebelum atau selama minyak bumi berpindah dari batuan induk ke batuan penyimpan.
Nah…..kalo semuanya ini terpenuhi maka kemungkinan besar kita bisa menemukan jebakan minyak atau gas bumi.
Referensi :
- AAPG - www.aapg.org
Rabu, Februari 18, 2009
Tim Penanganan Plumpang Dibentuk coy>>>
JAKARTA - Pemerintah membentuk tim khusus penanganan untuk mempercepat penyelesaian relokasi dan pengaman Depo Plumpang.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan, tim gabungan terdiri dari berbagai instansi, yaitu Pemprov DKI, Pertamina, Polda Metro Jaya, Perumnas, dan BTN. Sementara yang akan memimpin tim adalah Pemprov DKI. Tim itu akan dibentuk setelah melapor ke Gubernur Fauzi Bowo.
Pembentukan tim berdasarkan rapat yang digelar di kantor Menkopolhukam Senin 9 Februari kemarin. Nantinya tim tersebut akan membantu mengamankan depo serta relokasi warga ke lokasi baru.
"Kita sepakat sebanyak 1.500 KK yang akan terkena pembangunan buffer zone (zona penyangga) akan direlokasi ke rumah susun sewa (rusunawa)," katanya, Selasa (10/2/2009).
Untuk lokasi pembangunan rusun, akan dipilih tempat yang dekat dengan Depo Plumpang. Nantinya, Pertamina sebagai pemilik lahan akan membiayai. Prijanto memperkirakan pembangunan rusunawa akan selesai satu tahun. Sementara proses relokasi masih dibicarakan, apakah membangun rusunawa terlebih dulu atau merelokasi warga.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Agus Subandono mengatakan, berdasarkan rencana nantinya akan dibangun 10 blok atau 10 tower rusunawa berlantai enam. Lokasi yang dicari adalah kawasan tidak banyak dihuni warga, sehingga memudahkan pembebasan lahan.
Dikonfirmasi terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Anang Rizkani Noor mengatakan, Pertamina belum menyepakati pembangunan dan relokasi warga ke rusunawa. Pertamina juga belum menyetujui pendanaan pembangunan relokasi itu. "Belum ada keputusan," pungkasnya. Namun, Pertamina sepakat dengan pembangunan zona penyangga. (Neneng Zubaidah/Sindo/teb)
Rabu, Desember 17, 2008
PERTAMINA TINGKATKAN PASOKAN LPG Permintaan Elpiji Melonjak Sebesar 600%
PERTAMINA TINGKATKAN PASOKAN LPG
| Jakarta, Selasa, 16 Desember 2008 (16:01) | |||||||||||||||||||||||||
Jakarta, 16 Desember 2008 - PT Pertamina (Persero) hari ini mengumumkan penambahan jumlah elpiji yang dipasok untuk wilayah Sumatra dan Jawa sebanyak 49.000 Metrik Ton (MT). Penambahan stok elpiji ini dimaksudkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan akan elpiji 3kg di wilayah ini.
Saat ini tanker Navigator Aries tengah membongkar muatan sebanyak 6.000 MT di Pelabuhan Tanjung Priok dan kemudian disusul oleh kapal Gas Sikousis dan Asian Gas, masing-masing dengan muatan sebesar 1.800 MT. Jumlah total sebanyak 9.600 MT akan mencukupi kebutuhan di seluruh wilayah Jabodetabek. "Upaya ini akan kami intensifkan hingga ketersediaan pasokan elpiji kembali normal," tegas Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Faisal. Pada hari ini juga, kapal Maharashi dan Maharashi 2 tengah membongkar muatan elpiji sebanyak 30.000 MT. Dari jumlah tersebut, 10.000 MT akan ditransportasikan ke Eretan untuk memasok elpiji di Jawa Barat. Optimalisasi Filling Plant Untuk satu minggu ke depan, Pertamina akan mengoperasikan tiga filling plant di Tanjung Priok, Balongan dan Eretan dengan kapasitas penuh. Kapasitas penuh Tanjung Priok adalah 2.500 MT, dan berkapasitas untuk pengisian setara dengan 60.000 tabung per hari. Kapasitas penuh Balongan adalah 1.300 MT, dan bisa mengisi 30.000 tabung per hari malah Eretan adalah 2.000 MT dan berkapasitas untuk pengisian setara dengan 150.000 tabung per hari. "Saat ini antrian truk pengangkut elpiji dari agen sudah normal kembali, yakni berkisar 70 truk per hari," jelas Wahyudin Akbar, VP Gas Domestik, PT Pertamina (Persero). Pertamina juga akan mengoperasikan tiga buah SPBE baru, masing-masing berlokasi di Cileungsi dengan 24 filling machine berkapasitas 60 ton/hari dan Bekasi Timur berkapasitas 90 ton per hari dengan 48 buah filling machine. | |||||||||||||||||||||||||
| Ditulis oleh DIVISI KOMUNIKASI | |||||||||||||||||||||||||
RABU, 17 DESEMBER 2008 05:47 WIB
i
''Kenaikan kebutuhan sebesar itu diluar perkiraan (estimasi) pemerintah. Sedang infrastruktur yang tersedia masih terbatas, untuk membangun infrastruktur pendukung diperlukan waktu 2-3 tahun. Hal inilah menyebabkan supply tidak dapat mengikuti demand yang bergerak cepat,'' ujar Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Senin (15/12).
Untuk itulah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menghimbau agar masyarakat tidak panik dalam mensikapi kelangkaan Elpiji ini. Terlebih lagi karena dalam beberapa hari kedepan supply akan kembali normal. PT Pertamina telah melakukan import Elpiji untuk menutupi kebutuhan. Selain itu dalam waktu dekat akan memperbesar kapasitas kilang Depo Pertamina Plumpang.
HUT ke 51: Program-Program dalam Transformasi PT. Pertamina (Persero) Sukses

Jakarta, Desember 2008 - Transformasi yang dijalankan PT. Pertamina (Persero) saat ini sudah berjalan baik ditandai tercapainya kesuksesan program-program dalam Transformasi tersebut. Dalam press conference yang diadakan berkaitan dengan perayaan ulang tahun pertamina yang ke 51, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Ari H. Soemarno, mengatakan "Proses Transformasi berlanjut guna mencapai momentum positif tahun depan".
Dalam proses panjang transofmasi Pertamina, banyak kisah sukses yang telah dihasilkan oleh para karyawan. Break Through Projects (BPT) merupakan program kerja yang mendorong terjadinya transformasi Pertamina di lini terdepan. Untuk itu, Pertamina memberikan penghargaan kepada mereka yang telah menunjukkan hasil kerja terbaik melalui program BTP di berbagai bidang.
Di sektor Hulu, produksi migas dan panas bumi terus meningkat, dibandingkan dengan produksi di tahun sebelumnya. Produksi rata-rata minyak hingga November 2008 ini mencapai tingkat produksi lebih dari yang pernah diraih Pertamina, yakni total sebesar 150,2 MBOPD dan produksi gas terbesar 1.178 MMSCFD. Bersamaan dengan perayaan ulang tahun Pertamina ke - 51, lapangan minyak Cepu mulai memproduksi minyak dengan kapasitas 10 ribu barrel perhari, dan secara operasional akan fully-operated pada bulan Februari 2009.
Di samping mengembangkan sektor hulu migas dalam negeri, kita juga aktif mengembangkan resource base di luar negeri, baik di wilayah onshore maupun offshore seperti Malaysia, Vietnam, Libya, Qatar, Sudan dan Irak.
Kinerja dalam bidang pengolahan juga mengalami peningkatan. Melalui Operational Performance Improvement (OPI) Pertamina telah berhasil menghemat Rp. 656 milyar setahun. Melihat berbagai perkembangan serta efisiensi yang telah diupayakan, melalui proyek ini Pertamina berpotensi untuk dapat lebih menghemat hingga Rp. 1.984 milyar lagi. .
Beberapa penghargaan diterima oleh kilang-kilang Pertamina tahun ini. Kilang Dumai, Plaju dan Balikpapan berhasil memperoleh kecelakaan nihil dari department ESDM dan Depnakertrans. Unit pengolahan Balongan dan Plaju memperoleh penghargaan CSR dan pengelolaan keselamatan kerja dan lingkungan. Kilang Cilacap, AGH Kamojang, AGH Lahendong dan PT. Badak NGL menerima penghargaan Proper Hijau untuk ketaantan pengelolaan lingkungan hidup. Pencapaian penting lainnya adalah pelaksanaan proyek Kilang Lube Base Oil Group II di Dumai dengan kapasitas 7000 BPSD, yang dapat diselesaikan dua bulan lebih cepat dari target.
Hingga akhir November 2008, Program Pasti Pas telah mencapai 1.294 SPBU dengan kualitas pelayanan terbaik, melampaui target hingga 30 persen. Berdasarkan di bulan Mei lalu, penjulan SPBU Pasti Pas untuk daerah Jakarta telah menunjukkan kenaikan rata-rata sebesar 10 persen lebih baik daripada penjualan SPBU tersebut sebelum Pasti Pas. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon positif pada kehadiran SPBU Pasti Pas. Selain itu, MarkPlus juga telah menganugerahkan penghargaan " Best Services Excellence" untuk Prograam Pasti Pas. Ini adalah suatu tanda nyata bahwa tingkat pelayanan SPBU Pertamina telah mendekati SPBU tingkat dunia.
Pencapaian-pencapaian yang telah dicapai di atas tidak terlepas dari dukungan SDM yang senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Selain itu juga ditunjang oleh keuangan yang memperoleh dukungan dan kepercayaan penuh perbankan internasional dan nasional secara terus menerus di saat perbankan lokal dan asing mengurangi bahkan menghentikan dukungannya kepada banyak perusahaan.
Mengenai prediksi pencapaian tahun depan, Ari mengatakan, "Tahun depan merupakan tahun penuh tantangan terutama terkait dengan krisis finansial yang melanda dunia, sehingga perlu disadari bahwa sebagai perusahaan bisnis, Pertamina tetap harus mencapai keuntungan dengan efisiensi sesuai yang ditargetkan".
Ditulis oleh DIVISI KOMUNIKASI
Premium Berpotensi Turun Lagi
JAKARTA, SELASA — Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium masih akan berfluktuasi, bahkan tidak menutup kemungkinan akan turun kembali. Syaratnya adalah penghitungan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan nilai tukar rupiah bisa dipertahankan dalam satu tahun, serta APBN aman.
Hal ini disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani di DPR, Jakarta, Selasa (16/12). "Tidak tertutup kemungkinan adanya penurunan terhadap harga premium," kata Menkeu.
Sri Mulyani mengatakan, dalam menurunkan harga premium ada 3 hal yang dijaga pemerintah, yaitu pertama menjaga pertumbuhan sektor riil dan daya beli masyarakat. Kedua adalah aspek psikologis masyarakat tetap dapat terjaga. "Karena, kalau kemudian dia (premium) bergerak-gerak terlalu dramatis, itu akan menimbulkan persoalan juga, baik di masyarakat, maupun dunia usaha. Kami perlu menjaga keseimbangan," tutur Menkeu.
Ketiga adalah menjaga kesinambungan pelaksanaan APBN 2008 dan 2009. Menkeu menuturkan, baik dalam APBN 2008 maupun APBN 2009, disebutkan adanya subsidi karena menggunakan asumsi harga minyak 80 dollar AS per barrel untuk ICP dengan kurs Rp 9.300 per dollar AS.
"Sekarang dua-duanya bergerak. Oleh karena itu, di dalam pengelolaan harga BBM harus tetap dilihat di dalam konteks APBN secara keseluruhan. Pergerakan ini akan kami monitor setiap bulannya," ujar Menkeu.
Minggu, Desember 14, 2008
Harga Turun, Pemerintah Beri Kompensasi untuk Pemilik SPBU
JAKARTA, MINGGU — Menteri Negara BUMN Sofyan A Djalil mengatakan, Pemerintah akan memberikan kompensasi yang seimbang dan wajar kepada pengusaha stasiun pengisian bahan bakar terkait keputusan pemerintah menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar mulai Senin (15/12) pukul 00:00 waktu setempat di seluruh Indonesia.
"Nanti akan diakumulasi berapa sisa beban yang dipikul oleh SPBU. Hal itu sudah dibicarakan dengan Pertamina," kata Sofyan A Djalil setelah sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu petang.
Keputusan Pemerintah untuk memberikan kompensasi itu merupakan langkah untuk mencegah terjadinya kelangkaan BBM seperti yang terjadi pada 1 Desember lalu saat pemerintah memutuskan menurunkan harga premium.
"Pengalaman waktu tanggal 1 Desember lalu hanya 76 SPBU saja yang mendapat kompensasi. Waktu itu, kami bagi sistemnya, dan mereka minta semua kompensasi oleh Pertamina. Tapi setelah kami hitung, ternyata tidak perlu semuanya, hanya 50 persen," katanya.
Sofyan A Djalil mengingatkan agar para pengusaha tidak hanya meminta kompensasi, namun juga berbagi beban dengan Pertamina dan para pengusaha sudah menyatakan setuju. "Selama ini kalau naik kan mereka menikmati untung, tapi kalau turun kok tidak mau sharing. Jadi, besok akan kami hitung dengan Pertamina berapa persisnya sisa cadangan yang sudah dibeli hari ini yang belum terjual nanti malam," paparnya.
Pada 1 Desember lalu, menurut Sofyan, kompensasi yang diminta oleh SPBU sebesar Rp 27 miliar dengan asumsi sehari penjualannya 54 kilo liter. "Nanti akan ada formula dan hitungan yang wajar. Sampai jam 12 malam akan dihitung sampai harga hari ini, tidak ada kerugian sampai jam 12 malam. Tapi sisa stok sampai lebih dari jam 12 baru dihitung rugi. Itu yang akan kami kasih kompensasi," katanya.
Pada Minggu (14/12), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan keputusan menurunkan harga jual bahan bakar minyak jenis premiun dari Rp 5.500 menjadi Rp 5.000, dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 4.800, sementara harga minyak tanah tetap Rp 2.500.
Keputusan itu berlaku secara efektif pada Senin (15/12) pukul 00.00 waktu setempat di seluruh Indonesia. Pengumuman itu dilakukan setelah rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu petang, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Meneg BUMN Sofyan A Djalil.
Jumat, Desember 12, 2008
Menteri ESDM Desak Pertamina Atasi Kelangkaan Elpiji
JAKARTA, JUMAT - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mendesak Pertamina untuk menangkal kelangkaan gas elpiji di sejumlah daerah. Pertamina diminta segera memasok gas elpiji ke daerah yang mengalam kelangkaan sehingga membuat harga elpiji membumbung tinggi.
"Kita meminta pada pertamina untuk penuhi itu," kata Purnomo Yusgiantoro usai mengikuti rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (12/12).
Purnomo berkilah, kelangkaan gas elpiji terjadi karena meningkatnya kebutuhan akan gas elpiji. Hal ini tidak berbanding lurus dengan jumlah produksi gas elpiji karena terdapat masalah pada kilang-kilang tertentu. "Infrastruktur yang dibangun butuh waktu, sementara kebutuhan kencang, dan ada sedikit masalah dikilang-kilang kita. Tapi saya kira dalam waktu dekat akan selesai," ungkapnya.
Kelangkaan elpiji yang ditemui di Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, elpiji untuk ukuran tiga kilogram dijual mencapai Rp 25 ribu per tabung. Padahal sebelumnya, elpiji untuk ukuran tiga kilogram dijual pada harga Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per tabunHarga Avtur Bakal Disesuaikan
JAKARTA, JUMAT — Perusahaan maskapai boleh lega. Pasalnya, harga bahan bakar pesawat avtur bakal disesuaikan dengan harga pasar means oil platt Singapore (MOPS) setiap dua minggu.
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, penyesuaian harga avtur sebulan dua kali ini merupakan hasil pembicaraan antara asosiasi penerbangan INACA dan Pertamina sebagai produsen avtur pada Kamis (11/12) malam.
"Ada keinginan baik dari Pertamina untuk merespons penurunan harga avtur berdasarkan harga pasar," kata Jusman di Gedung Departemen Perhubungan Jakarta, Jumat (12/12). Dengan begitu, kata Jusman, maskapai juga bisa segera melakukan penyesuaian harga tiket pesawat.
Sebelumnya, INACA mempertanyakan penurunan harga avtur oleh Pertamina yang hanya 4,5 persen pada awal Desember. Mereka juga memprotes harga avtur yang hanya dievaluasi sebulan sekali.
Pertamina Diminta Berdialog dengan Pemilik SPBU
JAKARTA, JUMAT — Pertamina diminta untuk melakukan dialog dengan pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terkait rencana perusahaan tersebut mengurangi margin keuntungan SPBU dari penjualan BBM kepada masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro setelah mengikuti sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (12/12) petang, mengatakan, dialog itu diperlukan agar kedua belah pihak saling memahami posisi masing-masing. "Itu (pengurangan margin) harus dibicarakan oleh Pertamina dan SPBU sebagai mitra usaha. Pemilik SPBU juga harus menyadari bahwa ia mengambil kuota dari Pertamina untuk didistribusikan kepada masyarakat," katanya.
Purnomo menegaskan peran sebagai distributor bahan bakar bagi masyarakat harus dijalankan dengan baik karena di satu sisi bagi SPBU itu merupakan sarana untuk mencari keuntungan, tetapi di sisi lain hal tersebut merupakan pelayanan bagi masyarakat.
Sebelumnya, PT Pertamina mengancam akan mengurangi margin (keuntungan) bagi SPBU yang tidak melakukan penebusan dan tidak mempunyai stok yang cukup menjelang penurunan harga BBM.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (11/12), mengatakan, sanksi penghentian suplai selama dua minggu ternyata tidak berjalan efektif dan malah mengurangi layanan kepada masyarakat. "Selanjutnya, kami akan berikan sanksi pengurangan margin yang besarannya ditentukan Pertamina," katanya.
Saat ini, SPBU menerima margin antara Rp 180 dan Rp 200 per liter. Selain itu, SPBU juga masih mendapat tambahan margin Rp 80 per liter jika mengambil satu hari sebelum penurunan harga.
Faisal juga meminta pemerintah mengumumkan perubahan harga BBM secara mendadak untuk menghindari terulangnya kelangkaan premium bersubsidi setelah penurunan 1 Desember lalu. Akibat kelangkaan premium beberapa waktu lalu, Pertamina telah memberi sanksi penghentian pasokan BBM selama dua minggu ke 69 SPBU.
Penghentian pasokan ke SPBU terbanyak terjadi di wilayah pemasaran unit II, yang di antaranya meliputi Palembang dan Lampung, yakni sebanyak 21 SPBU. Selanjutnya, sebanyak 19 SPBU di wilayah Banten, Jabar, dan DKI Jakarta.
Faisal menambahkan, pada tanggal 30 November 2008, terjadi penurunan penebusan premium hingga 30 persen karena SPBU menilai insentif Rp 80 per liter kurang menarik. Namun, pada 1 Desember, konsumen melakukan pembelian premium secara serentak sehingga terjadi kelangkaan dalam beberapa hari
69 SPBU Kena Sanksi
JAKARTA, KAMIS — Sebanyak 69 SPBU terkena sanksi skors dari Pertamina Persero berupa penghentian layanan selama dua minggu. Sanksi dijatuhkan karena SPBU tidak memiliki persediaan pada 1 Desember 2008 saat harga premium turun Rp 500 per liter.
Namun, Direktur Pemasan dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal mengatakan, pemberian sanksi dengan penghentian layanan ke SPBU selama dua minggu ini dinilai kurang efektif karena mengurangi layanan ke masyarakat. Karena itu, selanjutnya Pertamina akan memberikan sanksi berupa pengurangan margin yang besarannya ditentukan Pertamina.
Tanggal 30 November 2008 terjadi penurunan 30 persen penebusan dari rata-rata penebusan pada Minggu. Pasalnya, SPBU menganggap tambahan margin Rp 80 per liter kurang menarik. Namun, pada 1-3 Desember terjadi penambahan 30 persen penebusan karena terjadi rush pembelian dari konsumen BBM.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Arie Soemarno menegaskan, pemberian margin Rp 80 per liter sudah disetujui pemegang saham Pertamina.
"Sebelumnya ketika premium naik pada Mei sekitar Rp 1.500 per liter SPBU sudah mendapat margin Rp 1.300 per liter. Apalagi, pada 2005 sampai dua kali lipat," ujar Arie.
Karena itu, Arie meminta agar pemilik usaha SPBU memahami pemberian margin tersebut karena tahun ini seharusnya SPBU tidak rugi.
Rabu, Desember 03, 2008
Minyak Jatuh ke Angka Terendah dalam 3 Tahun
COLUMBUS, RABU - Harga bensin ritel di AS dan minyak mentah anjlok ke angka terendah dalam 3 tahun terakhir di tengah adanya pernyataan resmi AS telah terjeblos ke dalam resesi. Pemerintah AS melaporkan tingkat pengangguran telah meningkat ke angka tertinggi dalam 14 tahun atau mencapai 6,5 persen Oktober lalu.
Banyak ekonom yakin kenaikan tingkat pengangguran mencapai 8 persen sebelum kondisi ekonomi kembali pulih. Data tingkat pengangguran bulan November di AS akan dikeluarkan Jumat (5/12).
Kontrak pengiriman minyak mentah light, sweet untuk bulan Januari tahun depan turun lebih dari 4 persen atau 2,32 dollar AS serta ditutup pada 46,96 dollar AS per barrel di bursa komoditas New York Mercantile Exchange. Sebelumnya kontrak ini sempat mencapai 46,82 dollar AS per barrel atau level terendah sejak 20 Mei 2005.
Penurunan harga bensin di AS telah memasuki pekan ke-20 sejak awal Juli lalu dan mencapai penurunan 48 sen per liter. Menurut Badan Informasi Energi AS, rata-rata harga bensin nasional di negara ini mencapai kenaikan 1,08 dollar AS per liter Juli lalu.
JIM
Sumber : AP
Jumat, November 28, 2008
Indonesia Urutan ke Tujuh Negara Pemberi Subsidi Energi

SABTU, 29 NOVEMBER 2008 05:00 WIB
JAKARTA. Indonesia tercatat sebagai negara urutan ke tujuh terbesar yang memberikan anggaran subsidi energi dari 20 negara non OECD. Diatas Indonesia adalah Venezuela, India, Arab Saudi, China, Rusia dan Iran. Sedang dibawah adalah Mesir, Ukraina, Argentina, Afrika Selatan, Kazakhstan, Pakistan, Malaysia, Thailand, Nigeria, Taiwan, Vietnam dan Brasil.''Indonesia urutan ke tujuh dengan mengalokasikan anggaran cukup besar untuk subsidi energi,'' ujar Direktur Eksekutif Badan Energi Dunia (International Energy Agency-IEA) Nobuo Tanaka saat memberikan paparan World Energy Outlook 2008 di Jakarta, Jum'at (20/11). Secara keseluruhan anggaran subsidi energi yang dialokasikan ke 20 negara tersebut pada tahun 2007 mencapai 310 miliar USD.
Kebijakan subsidi energi membuat harga energi dibawah harga pasar atau harga keekonomiannya. Selain itu pemerintah juga melakukan kontrol terhadap harga dan penjualan energi yang masih di subsidi tersebut. ''IEA memberikan apresiasi terhadap sejumlah negara yang secara bertahap mengurangi subsidi. Kami juga berpendapat subsidi berangsur-angsur memang harus juga dihapuskan,'' ujar Nobuo Tanaka.
Menurut Brett Jacobs, Manager Program untuk Asia Tenggara-IEA, mengubah kebijakan harga energi menjadi hal penting bagi Indonesia. ''Membuat jadwal pengurangan subsidi untuk jangka menengah merupakan kebutuhan Indonesia,'' ujar Brett Jacobs. Indonesia telah melakukan pengurangan subsidi yang berarti menaikan harga energi dengan memberikan kompensasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun 2005 dan 2008.
Meski demikian diakui oleh Brett Jacobs yang bersama tim IEA melakukan Indonesia Indepth Energy Policy Riview (IIEPR) melakukan kebijakan pengurangan subsidi tidak semudah mengucapkan. ''Kami memahami benar hal ini. Terlebih terkait dengan iklim demokrasi yang terjadi. Namun berdasarkan pandangan kami ini adalah penting sekali bagi kebijakan energi dan untuk Indonesia secara keseluruhan,'' papar Brett Jacobs.
Brett Jacobs mengingatkan bahwa akibat penerapan kebijakan subsidi energi maka ekonomi Indonesia rentan menghadapi guncangan perubahan harga energi dunia. Selain itu, subsidi energi membuat program diversifikasi maupun pengembangan sumber energi terhambat, investasi kurang bergairah serta tidak mendorong penggunaan energi secara lebih efisien. ''Selain itu juga menambah biaya politik dan ekonomi bagi negara,'' tegas Brett Jacobs.
Bagaimana Cara Membuat Bioetanol?
Seiringdengan menipisnya cadangan energi BBM, jagung menjadi alternatif yang penting sebagai bahan baku pembuatan ethanol (bahan pencampur BBM). Karenanya, kebutuhan terhadap komoditas ini pada masa mendatang diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan.Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme
- Gasohol º campuran bioetanol kering/absolut terdena-turasi dan bensin pada kadar alkohol s/d sekitar 22 %-volume.
- Istilah bioetanol identik dengan bahan bakar murni. BEX º gasohol berkadar bioetanol X %-volume.
Bahan Baku
- Nira bergula (sukrosa): nira tebu, nira nipah, nira sorgum manis, nira kelapa, nira aren, nira siwalan, sari-buah mete
- Bahan berpati: a.l. tepung-tepung sorgum biji (jagung cantel), sagu, singkong/gaplek, ubi jalar, ganyong, garut, umbi dahlia.
- Bahan berselulosa (Þ lignoselulosa):kayu, jerami, batang pisang, bagas, dll. Sekarang belum ekonomis, teknologi proses yang efektif diperkirakan akan komersial pada dekade ini !
Pemanfaatan Bioetanol
- Sebagai bahan bakar substitusi BBM pada motor berbahan bakar bensin; digunakan dalam bentuk neat 100% (B100) atau diblending dengan premium (EXX)
- Gasohol s/d E10 bisa digunakan langsung pada mobil bensin biasa (tanpa mengharuskan mesin dimodifikasi).
| Sumber Karbohidrat | Hasil Panen Ton/ha/th | Perolehan Alkohol | |
| Liter/ton | Liter/ha/th | ||
| Singkong | 25 (236) | 180 (155) | 4500 (3658) |
| Tetes | 3,6 | 270 | 973 |
| Sorgum Bici | 6 | 333,4 | 2000 |
| Ubi Jalar | 62,5* | 125 | 7812 |
| Sagu | 6,8$ | 608 | 4133 |
| Tebu | 75 | 67 | 5025 |
| Nipah | 27 | 93 | 2500 |
| Sorgum Manis | 80** | 75 | 6000 |
| *) Panen 2 ½ kali/th; $ sagu kering; ** panen 2 kali/th. Sumber: Villanueva (1981); kecuali sagu, dari Colmes dan Newcombe (1980); sorgum manis, dari Raveendram; dan Deptan (2006) untuk singkong; tetes dan sorgum biji (tulisan baru) | |||
Teknologi Pengolahan Bioetanol
Teknologi produksi bioethanol berikut ini diasumsikan menggunakan jagung sebagai bahan baku, tetapi tidak menutup kemungkinan digunakannya biomassa yang lain, terutama molase.
Secara umum, produksi bioethanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses, yaitu: Persiapan Bahan baku, Fermentasi, dan Pemurnian.
1. Persiapan Bahan Baku
Bahan baku untuk produksi biethanol bisa didapatkan dari berbagai tanaman, baik yang secara langsung menghasilkan gula sederhana semisal Tebu (sugarcane), gandum manis (sweet sorghum) atau yang menghasilkan tepung seperti jagung (corn), singkong (cassava) dan gandum (grain sorghum) disamping bahan lainnya.
Persiapan bahan baku beragam bergantung pada bahan bakunya, tetapi secara umum terbagi menjadi beberapa proses, yaitu:
- Tebu dan Gandum manis harus digiling untuk mengektrak gula
- Tepung dan material selulosa harus dihancurkan untuk memecahkan susunan tepungnya agar bisa berinteraksi dengan air secara baik
- Pemasakan, Tepung dikonversi menjadi gula melalui proses pemecahan menjadi gula kompleks (liquefaction) dan sakarifikasi (Saccharification) dengan penambahan air, enzyme serta panas (enzim hidrolisis). Pemilihan jenis enzim sangat bergantung terhadap supplier untuk menentukan pengontrolan proses pemasakan.
Tahap Liquefaction memerlukan penanganan sebagai berikut:
- Pencampuran dengan air secara merata hingga menjadi bubur
- Pengaturan pH agar sesuai dengan kondisi kerja enzim
- Penambahan enzim (alpha-amilase) dengan perbandingan yang tepat
- Pemanasan bubur hingga kisaran 80 sd 90 C, dimana tepung-tepung yang bebas akan mengalami gelatinasi (mengental seperti Jelly) seiring dengan kenaikan suhu, sampai suhu optimum enzim bekerja memecahkan struktur tepung secara kimiawi menjadi gula komplek (dextrin). Proses Liquefaction selesai ditandai dengan parameter dimana bubur yang diproses menjadi lebih cair seperti sup.
Tahap sakarifikasi (pemecahan gula kompleks menjadi gula sederhana) melibatkan proses sebagai berikut:
- Pendinginan bubur sampai suhu optimum enzim sakarifikasi bekerja
- Pengaturan pH optimum enzim
- Penambahan enzim (glukoamilase) secara tepat
- Mempertahankan pH dan temperature pada rentang 50 sd 60 C sampai proses sakarifikasi selesai (dilakukan dengan pengetesan gula sederhana yang dihasilkan)
2. Fermentasi
Pada tahap ini, tepung telah sampai pada titik telah berubah menjadi gula sederhana (glukosa dan sebagian fruktosa) dimana proses selanjutnya melibatkan penambahan enzim yang diletakkan pada ragi (yeast) agar dapat bekerja pada suhu optimum. Proses fermentasi ini akan menghasilkan etanol dan CO2.
Bubur kemudian dialirkan kedalam tangki fermentasi dan didinginkan pada suhu optimum kisaran 27 sd 32 C, dan membutuhkan ketelitian agar tidak terkontaminasi oleh mikroba lainnya. Karena itu keseluruhan rangkaian proses dari liquefaction, sakarifikasi dan fermentasi haruslah dilakukan pada kondisi bebas kontaminan.
Selanjutnya ragi akan menghasilkan ethanol sampai kandungan etanol dalam tangki mencapai 8 sd 12 % (biasa disebut dengan cairan beer), dan selanjutnya ragi tersebut akan menjadi tidak aktif, karena kelebihan etanol akan berakibat racun bagi ragi.
Dan tahap selanjutnya yang dilakukan adalah destilasi, namun sebelum destilasi perlu dilakukan pemisahan padatan-cairan, untuk menghindari terjadinya clogging selama proses distilasi.
3. Pemurnian / Distilasi
Distilasi dilakukan untuk memisahkan etanol dari beer (sebagian besar adalah air dan etanol). Titik didih etanol murni adalah 78 C sedangkan air adalah 100 C (Kondisi standar). Dengan memanaskan larutan pada suhu rentang 78 - 100 C akan mengakibatkan sebagian besar etanol menguap, dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan konsentrasi 95 % volume.
Prosentase Penggunaan Energy
Prosentase perkiraan penggunaan energi panas/steam dan listrik diuraikan dalam tabel berikut ini:
| Prosentase Penggunaan Energi | ||
| Identifikasi | Proses Steam | Listrik |
| Penerimaan bahan baku, penyimpanan, dan penggilingan | 0 % | 6.1 % |
| Pemasakan (liquefaction) dan Sakarifikasi | 30.5 % | 2.6 % |
| Produksi Enzim Amilase | 0.7 % | 20.4 % |
| Fermentasi | 0.2 % | 4 % |
| Distilasi | 58.5 % | 1.6 % |
| Etanol Dehidrasi (jika ada) | 6.4 % | 27.1 % |
| Penyimpanan Produk | 0 % | 0.7 % |
| Utilitas | 2.7 % | 27 %> |
| Bangunan | 1 %> | 0.5 % |
| TOTAL | 100 % | 100 % |
| Sumber: A Guide to Commercial-Scale Ethanol Production and Financing, Solar Energy Research Institute (SERI), 1617 Cole Boulevard, Golden, CO 80401 | ||
Peralatan Proses
Adapun rangkaian peralatan proses adalah sebagai berikut:
- Peralatan penggilingan
- Pemasak, termasuk support, pengaduk dan motor, steam line dan insulasi
- External Heat Exchanger
- Pemisah padatan - cairan (Solid Liquid Separators)
- Tangki Penampung Bubur
- Unit Fermentasi (Fermentor) dengan pengaduk serta motor
- Unit Distilasi, termasuk pompa, heat exchanger dan alat kontrol
- Boiler, termasuk system feed water dan softener
- Tangki Penyimpan sisa, termasuk fitting
Pemerintah Tidak Intervensi Pertamina

Pemerintah tidak akan mengintervensi PT Pertamina terkait pemilihan mitra usaha dalam pengembangan ladang gas Blok Natuna D Alpa di Kepulauan Riauu. Pemerintah menyerahkan sepenuhnya keputusan pemilihan mitra tersebut kepada perseroan.
Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, semua keputusan pemilihan mitra di Blok Natuna menjadi keputusan perusahaan migas pelat merah tersebut. “Kementerian tidak akan mengintervensi siapa pun mitra yang nantinya terpilih. Kami tidak mengatur maunya mitra seperti apa, terserah mereka (Pertamina) saja,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/11).
Sofyan menjelaskan, saat ini Pertamina melakukan uji tuntas (beauty contest) terhadap beberapa calon mitra. Sebelumnya, konsultan independen Wood MacKenzie Ltd menetapkan delapan perusahaan migas internasional lolos seleksi berikutnya menjadi calon mitra Pertamina di Natuna D Alpha. Ke delapan perusahaan itu adalah adalah ExxonMobil Corp, Total SA, Chevron Corp, StatOil, dan Royal Dutch Shell plc. Selain itu China National Petroleum Corp, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) dan Eni SpA. Pertamina rencananya mengumumkan mitra untuk mengelola Natuna D Alpha, akhir Desember 2008.
Sebelumya, Dirut Pertamina Ari Hernanto Soemarno mengatakan, banyak mitra yang bisa diajak bekerja sama untuk mengelola Blok Natuna. Pertamina akan memilih mitra yang memiliki penguasaan teknologi yang mumpuni selain kemampuan finansial. “Kadar karbondioksidanya tinggi, diperkirakan 70%. Belum lagi investasinya sangat besar, di atas US$ 30 miliar,” ujar Ari di Jakarta, belum lama ini.
Menteri ESDM Resmikan Produksi Minyak Pertama Lapangan North Duri Area 12
RABU, 26 NOVEMBER 2008 15:57 WIB
RIAU. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro Rabu (26/11) meresmikan produksi minyak pertama (first oil) dari Area 12 proyek North Duri Development (NDD) dikelola PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI). Proyek NDD merupakan pengembangan lanjutan dari Lapangan Duri ini diharapkan dapat memacu kembali produksi minyak Lapangan Duri. Turut mendampingi Menteri ESDM dalam acara tersebut Dirjen Migas, Evita H. Legowo dan Kepala BP Migas, R.Priyono.Lapangan North Duri Area 12 yang merupakan pengembangan terbaru sisi utara Lapangan Duri yang diitemukan pada tahun 1941 di Riau, Sumatra. Produksi saat ini diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 34.000 barrel per hari pada 2012 dengan menerapkan teknologi steamflood tahun depan. Teknologi tersebut mampu memperpanjang usia produksi lapangan ini dan meningkatkan angka recovery minyak yang dapat terangkat.
Steamflood merupakan sebuah metode enhanced oil recovery (EOR) di mana uap diinjeksikan ke dalam reservoir untuk meningkatkan angka recovery minyak. Di Lapangan Duri, steamflood terbukti mampu meningkatkan produksi hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan hanya primary recovery. Lapangan Duri saat ini merupakan salah satu proyek steamflood terbesar di dunia.


Selasa, November 25, 2008
Minyak bumi
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll.
Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan karbon.
Empat alkana teringan— CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana), dan C4H10butana) — semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6°C, -88.6°C, -42°C, dan -0.5°C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F). (
Rantai dalam wilayah C5-7 semuanya ringan, dan mudah menguap, nafta jernih. Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut, cairan pencuci kering (dry clean), dan produk cepat-kering lainnya. Rantai dari C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan digunakan untuk bensin. Minyak tanah terbuat dari rantai di wilayah C10 sampai C15, diikuti oleh minyak diesel (C10 hingga C20) dan bahan bakar minyak yang digunakan dalam mesin kapal. Senyawaan dari minyak bumi ini semuanya dalam bentuk cair dalam suhu ruangan.
Minyak pelumas dan gemuk setengah-padat (termasuk Vaseline®) berada di antara C16 sampai ke C20.
Rantai di atas C20 berwujud padat, dimulai dari "lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.
Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:
- minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan sebagai pelarut)
- minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan bakar mobil)
- minyak berat: 100 - 150 °C (bahan bakar mobil)
- minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah tangga)
- kerosene: 150 - 300 °C (bahan bakar mesin jet)
- minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
- minyak pelumas: > 300 °C (minyak mesin)
- sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.
Negara penghasil minyak bumi terbesar
| (Diurutkan berdasar jumlah produksi tahun 2005) dan total produksi1nya dalam juta barrel per hari
| (Diurutkan berdasar jumlah yang diekspor di 2005) dan total ekspor dalam juta barrel per hari
|
Catatan:
1 Total produksi termasuk minyak mentah, gas alam, kondesat dan cairan lainnya.
2
Amerika Serikat mengkonsumsi seluruh minyak yang diproduksinya.
3 Yang dicetak tebal adalah negara-negara anggota OPEC.








