Kamis, Mei 28, 2009
Pemerintah Usulkan Besaran Alfa BBM Bersubsidi 2010
http://docs.google.com/Presentation?id=dtzc55h_41dsjk75cd
KAMIS, 28 MEI 2009 14:53 WIB
JAKARTA. Pemerintah mengusulkan besaran alpha bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun 2010 pada Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Kamis (28/5). Usulan ini disampaikan Dirjen Migas Departemen ESDM Evita H Legowo yang didampingi Kepala BPHMIGAS Tubagus Haryono, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, dan Wakil Dirjen Anggaran Departemen Keuangan RI.
Besaran alpha BBM bersubsidi tertimbang rata-rata nasional yang diusulkan antara Rp 573,83 sampai dengan Rp 587,31 per liter, dengan asumsi ICP US$ 45-70 per barel. Alpha yang diusulkan tersebut, lebih besar dibanding alpha tahun 2009 yaitu antara Rp 563,57 sampai Rp 577,43 per liter, dengan ICP antara US$ 45-70 per barel.
Untuk ICP US$ 45 per barel, alphanya mencapai Rp 573,83 per liter. ICP US$ 50 per barel, alpha sebesar Rp 576,52 per liter dan Rp 579,22 per liter untuk ICP 55 per barel. ICP US$ 60 per barel, alpha mencapai Rp 581,92 per liter. ICP US$ 65 per barel, alpha Rp 584,61 per liter dan ICP US$ 70, alphanya Rp 587,31 per liter.
Dirjen Migas Evita H Legowo menjelaskan, formula harga patokan BBM PSO merupakan jumlah dari MOPS ditambah Alpha. MOPS (Mean of Platts Singapore) merupakan harga indeks minyak di Singapura yang mencerminkan transaksi jual beli produk minyak, sedangkan alpha adalah biaya distribusi plus margin dimana harga jual eceran sudah termasuk dengan PPPKB 5% kecuali minyak tanah, dan PPN 10%.
Alpha sendiri, lanjut Dirjen Migas, terdiri komponen biaya pengangkutan, distribusi, penyimpanan, margin BU (Pertamina), dan margin penyalur. Pengangkutan diuraikan atas pengangkutan yang dilakukan melalui laut dan biaya penyaluran melalui pipa dari kilang menuju depot. Biaya distribusi adalah biaya distribusi darat, laut, dan udara dari depot ke lembaga penyalur, kecuali minyak tanah. Penyimpanan terdiri dari biaya penyimpanan dan handling termasuk angkutan sampai ke depot dan asuransi. Selanjutnya, ujar Dirjen Migas, ada margin dari badan usaha (BU) sebagai pelaksana BBM PSO yang harus mendapatkan margin yang wajar, sementara margin penyalur adalah margin tertimbang dimana minyak tanah tidak mendapatkan margin.
Untuk tahun 2010, pemerintah mengusulkan volume BBM bersubsidi sebesar 36,504 juta kilo liter, terdiri dari premium 21,454 juta kilo liter, kerosene 3,8 juta kilo liter dan solar 11,250 juta kilo liter. Sumber ESDM
Sabtu, April 18, 2009
CSR Korporasi Dukung Pendidikan Tinggi
Rabu, Desember 17, 2008
PERTAMINA TINGKATKAN PASOKAN LPG Permintaan Elpiji Melonjak Sebesar 600%
PERTAMINA TINGKATKAN PASOKAN LPG
| Jakarta, Selasa, 16 Desember 2008 (16:01) | |||||||||||||||||||||||||
Jakarta, 16 Desember 2008 - PT Pertamina (Persero) hari ini mengumumkan penambahan jumlah elpiji yang dipasok untuk wilayah Sumatra dan Jawa sebanyak 49.000 Metrik Ton (MT). Penambahan stok elpiji ini dimaksudkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan akan elpiji 3kg di wilayah ini.
Saat ini tanker Navigator Aries tengah membongkar muatan sebanyak 6.000 MT di Pelabuhan Tanjung Priok dan kemudian disusul oleh kapal Gas Sikousis dan Asian Gas, masing-masing dengan muatan sebesar 1.800 MT. Jumlah total sebanyak 9.600 MT akan mencukupi kebutuhan di seluruh wilayah Jabodetabek. "Upaya ini akan kami intensifkan hingga ketersediaan pasokan elpiji kembali normal," tegas Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Faisal. Pada hari ini juga, kapal Maharashi dan Maharashi 2 tengah membongkar muatan elpiji sebanyak 30.000 MT. Dari jumlah tersebut, 10.000 MT akan ditransportasikan ke Eretan untuk memasok elpiji di Jawa Barat. Optimalisasi Filling Plant Untuk satu minggu ke depan, Pertamina akan mengoperasikan tiga filling plant di Tanjung Priok, Balongan dan Eretan dengan kapasitas penuh. Kapasitas penuh Tanjung Priok adalah 2.500 MT, dan berkapasitas untuk pengisian setara dengan 60.000 tabung per hari. Kapasitas penuh Balongan adalah 1.300 MT, dan bisa mengisi 30.000 tabung per hari malah Eretan adalah 2.000 MT dan berkapasitas untuk pengisian setara dengan 150.000 tabung per hari. "Saat ini antrian truk pengangkut elpiji dari agen sudah normal kembali, yakni berkisar 70 truk per hari," jelas Wahyudin Akbar, VP Gas Domestik, PT Pertamina (Persero). Pertamina juga akan mengoperasikan tiga buah SPBE baru, masing-masing berlokasi di Cileungsi dengan 24 filling machine berkapasitas 60 ton/hari dan Bekasi Timur berkapasitas 90 ton per hari dengan 48 buah filling machine. | |||||||||||||||||||||||||
| Ditulis oleh DIVISI KOMUNIKASI | |||||||||||||||||||||||||
RABU, 17 DESEMBER 2008 05:47 WIB
i
''Kenaikan kebutuhan sebesar itu diluar perkiraan (estimasi) pemerintah. Sedang infrastruktur yang tersedia masih terbatas, untuk membangun infrastruktur pendukung diperlukan waktu 2-3 tahun. Hal inilah menyebabkan supply tidak dapat mengikuti demand yang bergerak cepat,'' ujar Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Senin (15/12).
Untuk itulah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menghimbau agar masyarakat tidak panik dalam mensikapi kelangkaan Elpiji ini. Terlebih lagi karena dalam beberapa hari kedepan supply akan kembali normal. PT Pertamina telah melakukan import Elpiji untuk menutupi kebutuhan. Selain itu dalam waktu dekat akan memperbesar kapasitas kilang Depo Pertamina Plumpang.
HUT ke 51: Program-Program dalam Transformasi PT. Pertamina (Persero) Sukses

Jakarta, Desember 2008 - Transformasi yang dijalankan PT. Pertamina (Persero) saat ini sudah berjalan baik ditandai tercapainya kesuksesan program-program dalam Transformasi tersebut. Dalam press conference yang diadakan berkaitan dengan perayaan ulang tahun pertamina yang ke 51, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Ari H. Soemarno, mengatakan "Proses Transformasi berlanjut guna mencapai momentum positif tahun depan".
Dalam proses panjang transofmasi Pertamina, banyak kisah sukses yang telah dihasilkan oleh para karyawan. Break Through Projects (BPT) merupakan program kerja yang mendorong terjadinya transformasi Pertamina di lini terdepan. Untuk itu, Pertamina memberikan penghargaan kepada mereka yang telah menunjukkan hasil kerja terbaik melalui program BTP di berbagai bidang.
Di sektor Hulu, produksi migas dan panas bumi terus meningkat, dibandingkan dengan produksi di tahun sebelumnya. Produksi rata-rata minyak hingga November 2008 ini mencapai tingkat produksi lebih dari yang pernah diraih Pertamina, yakni total sebesar 150,2 MBOPD dan produksi gas terbesar 1.178 MMSCFD. Bersamaan dengan perayaan ulang tahun Pertamina ke - 51, lapangan minyak Cepu mulai memproduksi minyak dengan kapasitas 10 ribu barrel perhari, dan secara operasional akan fully-operated pada bulan Februari 2009.
Di samping mengembangkan sektor hulu migas dalam negeri, kita juga aktif mengembangkan resource base di luar negeri, baik di wilayah onshore maupun offshore seperti Malaysia, Vietnam, Libya, Qatar, Sudan dan Irak.
Kinerja dalam bidang pengolahan juga mengalami peningkatan. Melalui Operational Performance Improvement (OPI) Pertamina telah berhasil menghemat Rp. 656 milyar setahun. Melihat berbagai perkembangan serta efisiensi yang telah diupayakan, melalui proyek ini Pertamina berpotensi untuk dapat lebih menghemat hingga Rp. 1.984 milyar lagi. .
Beberapa penghargaan diterima oleh kilang-kilang Pertamina tahun ini. Kilang Dumai, Plaju dan Balikpapan berhasil memperoleh kecelakaan nihil dari department ESDM dan Depnakertrans. Unit pengolahan Balongan dan Plaju memperoleh penghargaan CSR dan pengelolaan keselamatan kerja dan lingkungan. Kilang Cilacap, AGH Kamojang, AGH Lahendong dan PT. Badak NGL menerima penghargaan Proper Hijau untuk ketaantan pengelolaan lingkungan hidup. Pencapaian penting lainnya adalah pelaksanaan proyek Kilang Lube Base Oil Group II di Dumai dengan kapasitas 7000 BPSD, yang dapat diselesaikan dua bulan lebih cepat dari target.
Hingga akhir November 2008, Program Pasti Pas telah mencapai 1.294 SPBU dengan kualitas pelayanan terbaik, melampaui target hingga 30 persen. Berdasarkan di bulan Mei lalu, penjulan SPBU Pasti Pas untuk daerah Jakarta telah menunjukkan kenaikan rata-rata sebesar 10 persen lebih baik daripada penjualan SPBU tersebut sebelum Pasti Pas. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon positif pada kehadiran SPBU Pasti Pas. Selain itu, MarkPlus juga telah menganugerahkan penghargaan " Best Services Excellence" untuk Prograam Pasti Pas. Ini adalah suatu tanda nyata bahwa tingkat pelayanan SPBU Pertamina telah mendekati SPBU tingkat dunia.
Pencapaian-pencapaian yang telah dicapai di atas tidak terlepas dari dukungan SDM yang senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Selain itu juga ditunjang oleh keuangan yang memperoleh dukungan dan kepercayaan penuh perbankan internasional dan nasional secara terus menerus di saat perbankan lokal dan asing mengurangi bahkan menghentikan dukungannya kepada banyak perusahaan.
Mengenai prediksi pencapaian tahun depan, Ari mengatakan, "Tahun depan merupakan tahun penuh tantangan terutama terkait dengan krisis finansial yang melanda dunia, sehingga perlu disadari bahwa sebagai perusahaan bisnis, Pertamina tetap harus mencapai keuntungan dengan efisiensi sesuai yang ditargetkan".
Ditulis oleh DIVISI KOMUNIKASI
Jumat, Desember 12, 2008
Menteri ESDM Desak Pertamina Atasi Kelangkaan Elpiji
JAKARTA, JUMAT - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mendesak Pertamina untuk menangkal kelangkaan gas elpiji di sejumlah daerah. Pertamina diminta segera memasok gas elpiji ke daerah yang mengalam kelangkaan sehingga membuat harga elpiji membumbung tinggi.
"Kita meminta pada pertamina untuk penuhi itu," kata Purnomo Yusgiantoro usai mengikuti rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (12/12).
Purnomo berkilah, kelangkaan gas elpiji terjadi karena meningkatnya kebutuhan akan gas elpiji. Hal ini tidak berbanding lurus dengan jumlah produksi gas elpiji karena terdapat masalah pada kilang-kilang tertentu. "Infrastruktur yang dibangun butuh waktu, sementara kebutuhan kencang, dan ada sedikit masalah dikilang-kilang kita. Tapi saya kira dalam waktu dekat akan selesai," ungkapnya.
Kelangkaan elpiji yang ditemui di Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, elpiji untuk ukuran tiga kilogram dijual mencapai Rp 25 ribu per tabung. Padahal sebelumnya, elpiji untuk ukuran tiga kilogram dijual pada harga Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per tabunHarga Avtur Bakal Disesuaikan
JAKARTA, JUMAT — Perusahaan maskapai boleh lega. Pasalnya, harga bahan bakar pesawat avtur bakal disesuaikan dengan harga pasar means oil platt Singapore (MOPS) setiap dua minggu.
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, penyesuaian harga avtur sebulan dua kali ini merupakan hasil pembicaraan antara asosiasi penerbangan INACA dan Pertamina sebagai produsen avtur pada Kamis (11/12) malam.
"Ada keinginan baik dari Pertamina untuk merespons penurunan harga avtur berdasarkan harga pasar," kata Jusman di Gedung Departemen Perhubungan Jakarta, Jumat (12/12). Dengan begitu, kata Jusman, maskapai juga bisa segera melakukan penyesuaian harga tiket pesawat.
Sebelumnya, INACA mempertanyakan penurunan harga avtur oleh Pertamina yang hanya 4,5 persen pada awal Desember. Mereka juga memprotes harga avtur yang hanya dievaluasi sebulan sekali.
Pertamina Diminta Berdialog dengan Pemilik SPBU
JAKARTA, JUMAT — Pertamina diminta untuk melakukan dialog dengan pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terkait rencana perusahaan tersebut mengurangi margin keuntungan SPBU dari penjualan BBM kepada masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro setelah mengikuti sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (12/12) petang, mengatakan, dialog itu diperlukan agar kedua belah pihak saling memahami posisi masing-masing. "Itu (pengurangan margin) harus dibicarakan oleh Pertamina dan SPBU sebagai mitra usaha. Pemilik SPBU juga harus menyadari bahwa ia mengambil kuota dari Pertamina untuk didistribusikan kepada masyarakat," katanya.
Purnomo menegaskan peran sebagai distributor bahan bakar bagi masyarakat harus dijalankan dengan baik karena di satu sisi bagi SPBU itu merupakan sarana untuk mencari keuntungan, tetapi di sisi lain hal tersebut merupakan pelayanan bagi masyarakat.
Sebelumnya, PT Pertamina mengancam akan mengurangi margin (keuntungan) bagi SPBU yang tidak melakukan penebusan dan tidak mempunyai stok yang cukup menjelang penurunan harga BBM.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (11/12), mengatakan, sanksi penghentian suplai selama dua minggu ternyata tidak berjalan efektif dan malah mengurangi layanan kepada masyarakat. "Selanjutnya, kami akan berikan sanksi pengurangan margin yang besarannya ditentukan Pertamina," katanya.
Saat ini, SPBU menerima margin antara Rp 180 dan Rp 200 per liter. Selain itu, SPBU juga masih mendapat tambahan margin Rp 80 per liter jika mengambil satu hari sebelum penurunan harga.
Faisal juga meminta pemerintah mengumumkan perubahan harga BBM secara mendadak untuk menghindari terulangnya kelangkaan premium bersubsidi setelah penurunan 1 Desember lalu. Akibat kelangkaan premium beberapa waktu lalu, Pertamina telah memberi sanksi penghentian pasokan BBM selama dua minggu ke 69 SPBU.
Penghentian pasokan ke SPBU terbanyak terjadi di wilayah pemasaran unit II, yang di antaranya meliputi Palembang dan Lampung, yakni sebanyak 21 SPBU. Selanjutnya, sebanyak 19 SPBU di wilayah Banten, Jabar, dan DKI Jakarta.
Faisal menambahkan, pada tanggal 30 November 2008, terjadi penurunan penebusan premium hingga 30 persen karena SPBU menilai insentif Rp 80 per liter kurang menarik. Namun, pada 1 Desember, konsumen melakukan pembelian premium secara serentak sehingga terjadi kelangkaan dalam beberapa hari
69 SPBU Kena Sanksi
JAKARTA, KAMIS — Sebanyak 69 SPBU terkena sanksi skors dari Pertamina Persero berupa penghentian layanan selama dua minggu. Sanksi dijatuhkan karena SPBU tidak memiliki persediaan pada 1 Desember 2008 saat harga premium turun Rp 500 per liter.
Namun, Direktur Pemasan dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal mengatakan, pemberian sanksi dengan penghentian layanan ke SPBU selama dua minggu ini dinilai kurang efektif karena mengurangi layanan ke masyarakat. Karena itu, selanjutnya Pertamina akan memberikan sanksi berupa pengurangan margin yang besarannya ditentukan Pertamina.
Tanggal 30 November 2008 terjadi penurunan 30 persen penebusan dari rata-rata penebusan pada Minggu. Pasalnya, SPBU menganggap tambahan margin Rp 80 per liter kurang menarik. Namun, pada 1-3 Desember terjadi penambahan 30 persen penebusan karena terjadi rush pembelian dari konsumen BBM.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Arie Soemarno menegaskan, pemberian margin Rp 80 per liter sudah disetujui pemegang saham Pertamina.
"Sebelumnya ketika premium naik pada Mei sekitar Rp 1.500 per liter SPBU sudah mendapat margin Rp 1.300 per liter. Apalagi, pada 2005 sampai dua kali lipat," ujar Arie.
Karena itu, Arie meminta agar pemilik usaha SPBU memahami pemberian margin tersebut karena tahun ini seharusnya SPBU tidak rugi.
Rabu, Desember 03, 2008
Minyak Jatuh ke Angka Terendah dalam 3 Tahun
COLUMBUS, RABU - Harga bensin ritel di AS dan minyak mentah anjlok ke angka terendah dalam 3 tahun terakhir di tengah adanya pernyataan resmi AS telah terjeblos ke dalam resesi. Pemerintah AS melaporkan tingkat pengangguran telah meningkat ke angka tertinggi dalam 14 tahun atau mencapai 6,5 persen Oktober lalu.
Banyak ekonom yakin kenaikan tingkat pengangguran mencapai 8 persen sebelum kondisi ekonomi kembali pulih. Data tingkat pengangguran bulan November di AS akan dikeluarkan Jumat (5/12).
Kontrak pengiriman minyak mentah light, sweet untuk bulan Januari tahun depan turun lebih dari 4 persen atau 2,32 dollar AS serta ditutup pada 46,96 dollar AS per barrel di bursa komoditas New York Mercantile Exchange. Sebelumnya kontrak ini sempat mencapai 46,82 dollar AS per barrel atau level terendah sejak 20 Mei 2005.
Penurunan harga bensin di AS telah memasuki pekan ke-20 sejak awal Juli lalu dan mencapai penurunan 48 sen per liter. Menurut Badan Informasi Energi AS, rata-rata harga bensin nasional di negara ini mencapai kenaikan 1,08 dollar AS per liter Juli lalu.
JIM
Sumber : AP
Jumat, November 28, 2008
Bagaimana Cara Membuat Bioetanol?
Seiringdengan menipisnya cadangan energi BBM, jagung menjadi alternatif yang penting sebagai bahan baku pembuatan ethanol (bahan pencampur BBM). Karenanya, kebutuhan terhadap komoditas ini pada masa mendatang diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan.Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme
- Gasohol º campuran bioetanol kering/absolut terdena-turasi dan bensin pada kadar alkohol s/d sekitar 22 %-volume.
- Istilah bioetanol identik dengan bahan bakar murni. BEX º gasohol berkadar bioetanol X %-volume.
Bahan Baku
- Nira bergula (sukrosa): nira tebu, nira nipah, nira sorgum manis, nira kelapa, nira aren, nira siwalan, sari-buah mete
- Bahan berpati: a.l. tepung-tepung sorgum biji (jagung cantel), sagu, singkong/gaplek, ubi jalar, ganyong, garut, umbi dahlia.
- Bahan berselulosa (Þ lignoselulosa):kayu, jerami, batang pisang, bagas, dll. Sekarang belum ekonomis, teknologi proses yang efektif diperkirakan akan komersial pada dekade ini !
Pemanfaatan Bioetanol
- Sebagai bahan bakar substitusi BBM pada motor berbahan bakar bensin; digunakan dalam bentuk neat 100% (B100) atau diblending dengan premium (EXX)
- Gasohol s/d E10 bisa digunakan langsung pada mobil bensin biasa (tanpa mengharuskan mesin dimodifikasi).
| Sumber Karbohidrat | Hasil Panen Ton/ha/th | Perolehan Alkohol | |
| Liter/ton | Liter/ha/th | ||
| Singkong | 25 (236) | 180 (155) | 4500 (3658) |
| Tetes | 3,6 | 270 | 973 |
| Sorgum Bici | 6 | 333,4 | 2000 |
| Ubi Jalar | 62,5* | 125 | 7812 |
| Sagu | 6,8$ | 608 | 4133 |
| Tebu | 75 | 67 | 5025 |
| Nipah | 27 | 93 | 2500 |
| Sorgum Manis | 80** | 75 | 6000 |
| *) Panen 2 ½ kali/th; $ sagu kering; ** panen 2 kali/th. Sumber: Villanueva (1981); kecuali sagu, dari Colmes dan Newcombe (1980); sorgum manis, dari Raveendram; dan Deptan (2006) untuk singkong; tetes dan sorgum biji (tulisan baru) | |||
Teknologi Pengolahan Bioetanol
Teknologi produksi bioethanol berikut ini diasumsikan menggunakan jagung sebagai bahan baku, tetapi tidak menutup kemungkinan digunakannya biomassa yang lain, terutama molase.
Secara umum, produksi bioethanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses, yaitu: Persiapan Bahan baku, Fermentasi, dan Pemurnian.
1. Persiapan Bahan Baku
Bahan baku untuk produksi biethanol bisa didapatkan dari berbagai tanaman, baik yang secara langsung menghasilkan gula sederhana semisal Tebu (sugarcane), gandum manis (sweet sorghum) atau yang menghasilkan tepung seperti jagung (corn), singkong (cassava) dan gandum (grain sorghum) disamping bahan lainnya.
Persiapan bahan baku beragam bergantung pada bahan bakunya, tetapi secara umum terbagi menjadi beberapa proses, yaitu:
- Tebu dan Gandum manis harus digiling untuk mengektrak gula
- Tepung dan material selulosa harus dihancurkan untuk memecahkan susunan tepungnya agar bisa berinteraksi dengan air secara baik
- Pemasakan, Tepung dikonversi menjadi gula melalui proses pemecahan menjadi gula kompleks (liquefaction) dan sakarifikasi (Saccharification) dengan penambahan air, enzyme serta panas (enzim hidrolisis). Pemilihan jenis enzim sangat bergantung terhadap supplier untuk menentukan pengontrolan proses pemasakan.
Tahap Liquefaction memerlukan penanganan sebagai berikut:
- Pencampuran dengan air secara merata hingga menjadi bubur
- Pengaturan pH agar sesuai dengan kondisi kerja enzim
- Penambahan enzim (alpha-amilase) dengan perbandingan yang tepat
- Pemanasan bubur hingga kisaran 80 sd 90 C, dimana tepung-tepung yang bebas akan mengalami gelatinasi (mengental seperti Jelly) seiring dengan kenaikan suhu, sampai suhu optimum enzim bekerja memecahkan struktur tepung secara kimiawi menjadi gula komplek (dextrin). Proses Liquefaction selesai ditandai dengan parameter dimana bubur yang diproses menjadi lebih cair seperti sup.
Tahap sakarifikasi (pemecahan gula kompleks menjadi gula sederhana) melibatkan proses sebagai berikut:
- Pendinginan bubur sampai suhu optimum enzim sakarifikasi bekerja
- Pengaturan pH optimum enzim
- Penambahan enzim (glukoamilase) secara tepat
- Mempertahankan pH dan temperature pada rentang 50 sd 60 C sampai proses sakarifikasi selesai (dilakukan dengan pengetesan gula sederhana yang dihasilkan)
2. Fermentasi
Pada tahap ini, tepung telah sampai pada titik telah berubah menjadi gula sederhana (glukosa dan sebagian fruktosa) dimana proses selanjutnya melibatkan penambahan enzim yang diletakkan pada ragi (yeast) agar dapat bekerja pada suhu optimum. Proses fermentasi ini akan menghasilkan etanol dan CO2.
Bubur kemudian dialirkan kedalam tangki fermentasi dan didinginkan pada suhu optimum kisaran 27 sd 32 C, dan membutuhkan ketelitian agar tidak terkontaminasi oleh mikroba lainnya. Karena itu keseluruhan rangkaian proses dari liquefaction, sakarifikasi dan fermentasi haruslah dilakukan pada kondisi bebas kontaminan.
Selanjutnya ragi akan menghasilkan ethanol sampai kandungan etanol dalam tangki mencapai 8 sd 12 % (biasa disebut dengan cairan beer), dan selanjutnya ragi tersebut akan menjadi tidak aktif, karena kelebihan etanol akan berakibat racun bagi ragi.
Dan tahap selanjutnya yang dilakukan adalah destilasi, namun sebelum destilasi perlu dilakukan pemisahan padatan-cairan, untuk menghindari terjadinya clogging selama proses distilasi.
3. Pemurnian / Distilasi
Distilasi dilakukan untuk memisahkan etanol dari beer (sebagian besar adalah air dan etanol). Titik didih etanol murni adalah 78 C sedangkan air adalah 100 C (Kondisi standar). Dengan memanaskan larutan pada suhu rentang 78 - 100 C akan mengakibatkan sebagian besar etanol menguap, dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan konsentrasi 95 % volume.
Prosentase Penggunaan Energy
Prosentase perkiraan penggunaan energi panas/steam dan listrik diuraikan dalam tabel berikut ini:
| Prosentase Penggunaan Energi | ||
| Identifikasi | Proses Steam | Listrik |
| Penerimaan bahan baku, penyimpanan, dan penggilingan | 0 % | 6.1 % |
| Pemasakan (liquefaction) dan Sakarifikasi | 30.5 % | 2.6 % |
| Produksi Enzim Amilase | 0.7 % | 20.4 % |
| Fermentasi | 0.2 % | 4 % |
| Distilasi | 58.5 % | 1.6 % |
| Etanol Dehidrasi (jika ada) | 6.4 % | 27.1 % |
| Penyimpanan Produk | 0 % | 0.7 % |
| Utilitas | 2.7 % | 27 %> |
| Bangunan | 1 %> | 0.5 % |
| TOTAL | 100 % | 100 % |
| Sumber: A Guide to Commercial-Scale Ethanol Production and Financing, Solar Energy Research Institute (SERI), 1617 Cole Boulevard, Golden, CO 80401 | ||
Peralatan Proses
Adapun rangkaian peralatan proses adalah sebagai berikut:
- Peralatan penggilingan
- Pemasak, termasuk support, pengaduk dan motor, steam line dan insulasi
- External Heat Exchanger
- Pemisah padatan - cairan (Solid Liquid Separators)
- Tangki Penampung Bubur
- Unit Fermentasi (Fermentor) dengan pengaduk serta motor
- Unit Distilasi, termasuk pompa, heat exchanger dan alat kontrol
- Boiler, termasuk system feed water dan softener
- Tangki Penyimpan sisa, termasuk fitting
Pemerintah Tidak Intervensi Pertamina

Pemerintah tidak akan mengintervensi PT Pertamina terkait pemilihan mitra usaha dalam pengembangan ladang gas Blok Natuna D Alpa di Kepulauan Riauu. Pemerintah menyerahkan sepenuhnya keputusan pemilihan mitra tersebut kepada perseroan.
Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, semua keputusan pemilihan mitra di Blok Natuna menjadi keputusan perusahaan migas pelat merah tersebut. “Kementerian tidak akan mengintervensi siapa pun mitra yang nantinya terpilih. Kami tidak mengatur maunya mitra seperti apa, terserah mereka (Pertamina) saja,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/11).
Sofyan menjelaskan, saat ini Pertamina melakukan uji tuntas (beauty contest) terhadap beberapa calon mitra. Sebelumnya, konsultan independen Wood MacKenzie Ltd menetapkan delapan perusahaan migas internasional lolos seleksi berikutnya menjadi calon mitra Pertamina di Natuna D Alpha. Ke delapan perusahaan itu adalah adalah ExxonMobil Corp, Total SA, Chevron Corp, StatOil, dan Royal Dutch Shell plc. Selain itu China National Petroleum Corp, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) dan Eni SpA. Pertamina rencananya mengumumkan mitra untuk mengelola Natuna D Alpha, akhir Desember 2008.
Sebelumya, Dirut Pertamina Ari Hernanto Soemarno mengatakan, banyak mitra yang bisa diajak bekerja sama untuk mengelola Blok Natuna. Pertamina akan memilih mitra yang memiliki penguasaan teknologi yang mumpuni selain kemampuan finansial. “Kadar karbondioksidanya tinggi, diperkirakan 70%. Belum lagi investasinya sangat besar, di atas US$ 30 miliar,” ujar Ari di Jakarta, belum lama ini.
Menteri ESDM Resmikan Produksi Minyak Pertama Lapangan North Duri Area 12
RABU, 26 NOVEMBER 2008 15:57 WIB
RIAU. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro Rabu (26/11) meresmikan produksi minyak pertama (first oil) dari Area 12 proyek North Duri Development (NDD) dikelola PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI). Proyek NDD merupakan pengembangan lanjutan dari Lapangan Duri ini diharapkan dapat memacu kembali produksi minyak Lapangan Duri. Turut mendampingi Menteri ESDM dalam acara tersebut Dirjen Migas, Evita H. Legowo dan Kepala BP Migas, R.Priyono.Lapangan North Duri Area 12 yang merupakan pengembangan terbaru sisi utara Lapangan Duri yang diitemukan pada tahun 1941 di Riau, Sumatra. Produksi saat ini diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 34.000 barrel per hari pada 2012 dengan menerapkan teknologi steamflood tahun depan. Teknologi tersebut mampu memperpanjang usia produksi lapangan ini dan meningkatkan angka recovery minyak yang dapat terangkat.
Steamflood merupakan sebuah metode enhanced oil recovery (EOR) di mana uap diinjeksikan ke dalam reservoir untuk meningkatkan angka recovery minyak. Di Lapangan Duri, steamflood terbukti mampu meningkatkan produksi hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan hanya primary recovery. Lapangan Duri saat ini merupakan salah satu proyek steamflood terbesar di dunia.


Selasa, November 25, 2008
Minyak bumi
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll.
Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan karbon.
Empat alkana teringan— CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana), dan C4H10butana) — semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6°C, -88.6°C, -42°C, dan -0.5°C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F). (
Rantai dalam wilayah C5-7 semuanya ringan, dan mudah menguap, nafta jernih. Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut, cairan pencuci kering (dry clean), dan produk cepat-kering lainnya. Rantai dari C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan digunakan untuk bensin. Minyak tanah terbuat dari rantai di wilayah C10 sampai C15, diikuti oleh minyak diesel (C10 hingga C20) dan bahan bakar minyak yang digunakan dalam mesin kapal. Senyawaan dari minyak bumi ini semuanya dalam bentuk cair dalam suhu ruangan.
Minyak pelumas dan gemuk setengah-padat (termasuk Vaseline®) berada di antara C16 sampai ke C20.
Rantai di atas C20 berwujud padat, dimulai dari "lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.
Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:
- minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan sebagai pelarut)
- minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan bakar mobil)
- minyak berat: 100 - 150 °C (bahan bakar mobil)
- minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah tangga)
- kerosene: 150 - 300 °C (bahan bakar mesin jet)
- minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
- minyak pelumas: > 300 °C (minyak mesin)
- sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.
Negara penghasil minyak bumi terbesar
| (Diurutkan berdasar jumlah produksi tahun 2005) dan total produksi1nya dalam juta barrel per hari
| (Diurutkan berdasar jumlah yang diekspor di 2005) dan total ekspor dalam juta barrel per hari
|
Catatan:
1 Total produksi termasuk minyak mentah, gas alam, kondesat dan cairan lainnya.
2
Amerika Serikat mengkonsumsi seluruh minyak yang diproduksinya.
3 Yang dicetak tebal adalah negara-negara anggota OPEC.
Kilang minyak
Kilang minyak (oil refinery) adalah pabrik/fasilitas industri yang mengolah minyak mentah menjadi produk petroleum yang bisa langsung digunakan maupun produk-produk lain yang menjadi bahan baku bagi industri petrokimia. Produk-produk utama yang dihasilkan dari kilang minyak antara lain: minyak bensin (gasoline), minyak disel, minyak tanah (kerosene). Kilang minyak merupakan fasilitas industri yang sangat kompleks dengan berbagai jenis peralatan proses dan fasilitas pendukungnya. Selain itu, pembangunannya juga membutuhkan biaya yang sangat besar.
Proses Operasi di dalam Kilang Minyak
Minyak mentah yang baru dipompakan ke luar dari tanah dan belum diproses umumnya tidak begitu bermanfaat. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal, minyak mentah tersebut harus diproses terlebih dahulu di dalam kilang minyak.
Minyak mentah merupakan campuran yang amat kompleks yang tersusun dari berbagai senyawa hidrokarbon. Di dalam kilang minyak tersebut, minyak mentah akan mengalami sejumlah proses yang akan memurnikan dan mengubah struktur dan komposisinya sehingga diperoleh produk yang bermanfaat.
Secara garis besar, proses yang berlangsung di dalam kilang minyak dapat digolongkan menjadi 5 bagian, yaitu:
- Proses Distilasi, yaitu proses penyulingan berdasarkan perbedaan titik didih; Proses ini berlangsung di Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Destilasi Vakum.
- Proses Konversi, yaitu proses untuk mengubah ukuran dan struktur senyawa hidrokarbon. Termasuk dalam proses ini adalah:
-
- Dekomposisi dengan cara perengkahan termal dan katalis (thermal and catalytic cracking)
- Unifikasi melalui proses alkilasi dan polimerisasi
- Alterasi melalui proses isomerisasi dan catalytic reforming
- Proses Pengolahan (treatment). Proses ini dimaksudkan untuk menyiapkan fraksi-fraksi hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, juga untuk diolah menjadi produk akhir.
- Formulasi dan Pencampuran (Blending), yaitu proses pencampuran fraksi-fraksi hidrokarbon dan penambahan bahan aditif untuk mendapatkan produk akhir dengan spesikasi tertentu.
- Proses-proses lainnya, antara lain meliputi: pengolahan limbah, proses penghilangan air asin (sour-water stripping), proses pemerolehan kembali sulfur (sulphur recovery), proses pemanasan, proses pendinginan, proses pembuatan hidrogen, dan proses-proses pendukung lainnya.
Peralatan Proses
Proses Distilasi
Tahap awal proses pengilangan berupa proses distilasi (penyulingan) yang berlangsung di dalam Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Distilasi Vacuum. Di kedua unit proses ini minyak mentah disuling menjadi fraksi-fraksinya, yaitu gas, distilat ringan (seperti minyak bensin), distilat menengah (seperti minyak tanah, minyak solar), minyak bakar (gas oil), dan residu. Pemisahan fraksi tersebut didasarkan pada titik didihnya.
Kolom distilasi berupa bejana tekan silindris yang tinggi (sekitar 40 m) dan di dalamnya terdapat tray-tray yang berfungsi memisahkan dan mengumpulkan fluida panas yang menguap ke atas. Fraksi hidrokarbon berat mengumpul di bagian bawah kolom, sementara fraksi-fraksi yang lebih ringan akan mengumpul di bagian-bagian kolom yang lebih atas.
Fraksi-fraksi hidrokarbon yang diperoleh dari kolom distilasi ini akan diproses lebih lanjut di unit-unit proses yang lain, seperti: Fluid Catalytic Cracker, dll.
Produk-produk Kilang Minyak
Produk-produk utama kilang minyak adalah:
- Minyak bensin (gasoline). Minyak bensin merupakan produk terpenting dan terbesar dari kilang minyak.
- Minyak tanah (kerosene)
- LPG (Liquified Petroleum Gas)
- Minyak distilat (distillate fuel)
- Minyak residu (residual fuel)
- Kokas (coke) dan aspal
- Bahan-bahan kimia pelarut (solvent)
- Bahan baku petrokimia
- Minyak pelumas
Kilang Minyak di Indonesia
Di Indonesia terdapat sejumlah kilang minyak, antara lain:
- Kilang Minyak Pangkalan Brandan, Sumatera Utara (Kapasitas 5 ribu barel/hari)
- Kilang Minyak Dumai, Riau (Kapasitas 126 ribu barel/hari)
- Kilang Minyak Sei Pakning, Riau (Kapasitas 50 ribu barel/hari)
- Kilang Minyak Plaju, Sumatera Selatan (Kapasitas 145 ribu barel/hari)
- Kilang Minyak Cilacap (Kapasitas 348 ribu barel/hari)
- Kilang Minyak Balikpapan, Kalimantan Timur (Kapasitas 266 ribu barel/hari)
- Kilang Minyak Balongan, Jawa Barat (Kapasitas 125 ribu barel/hari)
- Kilang Minyak Kasim, Irian Jaya Barat (Kapasitas 10 ribu barel/hari)
- Kilang Minyak Cepu, Jawa Tengah (Kapasitas 5 ribu barel/hari)
Semua kilang minyak di atas dioperasikan oleh Pertamina.
agusstudio2005.blogspot










