JAKARTA, KOMPAS.com — Mau tahu ranking perusahaan Amerika Serikat berpendapatan terbesar selama tahun lalu? Majalah Fortune kembali mengumumkan Fortune 500 yang berisi daftar perusahaan AS berpendapatan terbesar.
Fortune menempatkan perusahaan minyak ExxonMobil Corp di posisi pertama daftar itu. Fortune mencatat, tahun lalu, pendapatan ExxonMobil mencapai 442,9 miliar dollar AS (Rp 4.761 triliun), lima kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. ExxonMobil juga meraih laba bersih tertinggi ketimbang perusahaan lain, yaitu 45,2 miliar dollar AS.
ExxonMobil menggusur posisi Wal Mart Stores Inc. Tahun lalu, pendapatan peritel besar di AS itu 405,61 miliar dollar AS dan menangguk laba bersih 13,4 miliar dollar AS.
Setahun sebelumnya, Wal Mart menempati posisi pertama di daftar itu. Waktu itu, Wal Mart meraih pendapatan 378,80 miliar dollar AS dan laba bersih 40,61 miliar dollar AS.
Data tahun ini juga menunjukkan kondisi perusahaan-perusahaan di AS yang memprihatinkan. Pendapatan rata-rata seluruh perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 turun 85 persen menjadi cuma 99 miliar dollar AS tahun lalu.
Bulan lalu, majalah Forbes juga merilis Forbes Global 2000 yang berisi daftar perusahaan terbesar di dunia tahun ini. Perhitungan bobot daftar itu berdasarkan nilai penjualan, keuntungan dan aset perusahaan, serta kapitalisasi pasar perusahaan tersebut pada tahun sebelumnya.
Dalam daftar itu, ExxonMobil juga menempati urutan pertama dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai 335,54 miliar dollar AS. ExxonMobil juga menempati posisi pertama perusahaan dengan laba bersih terbesar sedunia.
Namun, untuk kategori perusahaan dengan pendapatan terbesar, posisi pertama dipegang oleh perusahaan minyak dan gas asal Belanda, Royal Dutch Shell. Tahun lalu, penjualan perusahaan tersebut 458,36 miliar dollar AS. (Harris Hadinata/Kontan)
Selasa, April 21, 2009
ExxonMobil Jadi Perusahaan Terbesar
Jumat, Desember 12, 2008
Pertamina Diminta Berdialog dengan Pemilik SPBU
JAKARTA, JUMAT — Pertamina diminta untuk melakukan dialog dengan pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terkait rencana perusahaan tersebut mengurangi margin keuntungan SPBU dari penjualan BBM kepada masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro setelah mengikuti sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (12/12) petang, mengatakan, dialog itu diperlukan agar kedua belah pihak saling memahami posisi masing-masing. "Itu (pengurangan margin) harus dibicarakan oleh Pertamina dan SPBU sebagai mitra usaha. Pemilik SPBU juga harus menyadari bahwa ia mengambil kuota dari Pertamina untuk didistribusikan kepada masyarakat," katanya.
Purnomo menegaskan peran sebagai distributor bahan bakar bagi masyarakat harus dijalankan dengan baik karena di satu sisi bagi SPBU itu merupakan sarana untuk mencari keuntungan, tetapi di sisi lain hal tersebut merupakan pelayanan bagi masyarakat.
Sebelumnya, PT Pertamina mengancam akan mengurangi margin (keuntungan) bagi SPBU yang tidak melakukan penebusan dan tidak mempunyai stok yang cukup menjelang penurunan harga BBM.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (11/12), mengatakan, sanksi penghentian suplai selama dua minggu ternyata tidak berjalan efektif dan malah mengurangi layanan kepada masyarakat. "Selanjutnya, kami akan berikan sanksi pengurangan margin yang besarannya ditentukan Pertamina," katanya.
Saat ini, SPBU menerima margin antara Rp 180 dan Rp 200 per liter. Selain itu, SPBU juga masih mendapat tambahan margin Rp 80 per liter jika mengambil satu hari sebelum penurunan harga.
Faisal juga meminta pemerintah mengumumkan perubahan harga BBM secara mendadak untuk menghindari terulangnya kelangkaan premium bersubsidi setelah penurunan 1 Desember lalu. Akibat kelangkaan premium beberapa waktu lalu, Pertamina telah memberi sanksi penghentian pasokan BBM selama dua minggu ke 69 SPBU.
Penghentian pasokan ke SPBU terbanyak terjadi di wilayah pemasaran unit II, yang di antaranya meliputi Palembang dan Lampung, yakni sebanyak 21 SPBU. Selanjutnya, sebanyak 19 SPBU di wilayah Banten, Jabar, dan DKI Jakarta.
Faisal menambahkan, pada tanggal 30 November 2008, terjadi penurunan penebusan premium hingga 30 persen karena SPBU menilai insentif Rp 80 per liter kurang menarik. Namun, pada 1 Desember, konsumen melakukan pembelian premium secara serentak sehingga terjadi kelangkaan dalam beberapa hari
69 SPBU Kena Sanksi
JAKARTA, KAMIS — Sebanyak 69 SPBU terkena sanksi skors dari Pertamina Persero berupa penghentian layanan selama dua minggu. Sanksi dijatuhkan karena SPBU tidak memiliki persediaan pada 1 Desember 2008 saat harga premium turun Rp 500 per liter.
Namun, Direktur Pemasan dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal mengatakan, pemberian sanksi dengan penghentian layanan ke SPBU selama dua minggu ini dinilai kurang efektif karena mengurangi layanan ke masyarakat. Karena itu, selanjutnya Pertamina akan memberikan sanksi berupa pengurangan margin yang besarannya ditentukan Pertamina.
Tanggal 30 November 2008 terjadi penurunan 30 persen penebusan dari rata-rata penebusan pada Minggu. Pasalnya, SPBU menganggap tambahan margin Rp 80 per liter kurang menarik. Namun, pada 1-3 Desember terjadi penambahan 30 persen penebusan karena terjadi rush pembelian dari konsumen BBM.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Arie Soemarno menegaskan, pemberian margin Rp 80 per liter sudah disetujui pemegang saham Pertamina.
"Sebelumnya ketika premium naik pada Mei sekitar Rp 1.500 per liter SPBU sudah mendapat margin Rp 1.300 per liter. Apalagi, pada 2005 sampai dua kali lipat," ujar Arie.
Karena itu, Arie meminta agar pemilik usaha SPBU memahami pemberian margin tersebut karena tahun ini seharusnya SPBU tidak rugi.
Kamis, Oktober 30, 2008
Pipa Bensin Balongan-Plumpang Bocor di Indramayu
Penyebab Kebocoran pipa yang tertanam 3 meter di bawah tanah tersebut belum diketahui. Namun melihat kondisinya yang berkarat, diduga kebocoran pipa tersebut diakibatkan umur pipa sudah tua.
"Belum diketahui penyebabnya, namun pasokan premium ke depo Plumpang untuk sementara kita hentikan dulu sambil menunggu proses perbaikan," tutur Iskandar, Humas Pertamina UPMS yang ditemui di lokasi, Rabu (29/10/2008).
Saat kebocoran terjadi, ratusan masyarakat desa setempat berduyun-duyun mengambil minyak tersebut dengan menggunakan jeriken dan ember. Bahkan, setiap warga ada yang mampu mendapatkan 10 liter minyak premium.DETIK NEWS
Jumat, Oktober 24, 2008
teroris incar PLUMPANG dan objek Pemerintah lainnya.siapakah sebenarnya Wahyu???Polri Masih Memburu Dua Tersangka Teroris lagi
margocoy: Depo BBM Plumpang, Jakarta Utara
Dua hari lalu warga Jakarta dikejutkan masih adanya penemuan rumah kontrakan yang berisikan bahan-bahan peledak dan amunisi. Ternyata Jakarta masih belum aman dari bom. Dan yang lebih mengejutkan lagi, sasaran peledakan kali ini adalah Depo Pengisian Bahan Bakar Minyak Plumpang Jakarta Utara, atau Depo Plumpang. Depo ini adalah fasilitas yang sangat strategis dan dapat melumpuhkan perekonomian bila gagal beroperasi apalagi diledakkan.
Rumah kontrakan di Kelapa Gading Sengon, tempat penemuan bahan peledak dan amunisi terletak di kawasan pemukiman padat penduduk dan bersebelahan dengan Depo Plumpang, dan sangat dekat dengan salah satu tangki penampungan BBM. Sementara Depo Plumpang merupakan depo yang memasok puluhan ribu liter BBM setiap harinya ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Jabotabek. Setidaknya depo ini memiliki 20 tangki raksasa berdiameter 50 meter setiap tangkinya. Sebagai bayangan, Depo plumpang ini memilikipanjang sekitar 1 kilometer dan lebar 500 meter.
Wahyu, tersangka pemilik bahan peldak ini diduga sebagai salah satu murid dari Dr. Azahari dan mempunyai kemampuan membuat bahan peledak dan meledakkan. Dan bila aksi peledakan dilakukan di Depo Plumpang dan mengenai satu saja tangki BBM, akan terjadi efek ledakan yang luar biasa besar karena akan menyambar belasan tangki raksasa lainnya. Ledakan ini selain menghancurkan jaringan BBM di Plumpang, diperkirakan akan memakan korban jiwa yang sangat banyak, karena letak Depo Plumpang di kawasan padat penduduk. Bisa dibayangkan,berapa ratus korban jiwa yang bisa terbunuh, berapa ribu rumah dan harta benda lainnya yang hancur. Ini akan lebih mematikan daripada Bom Kuningan maupun Bom Mariott yang pernah terjadi sebelumnya.
Sementara bila bom ini diledakkan akan berpengaruh pada aktivitas ekonomi maupun aktivitas harian belasan juta warga Jabotabek. Hancurnya Depo Plumpang, akan menghentikan aktivitas distribusi BBM ke seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dan ini akan mengakibatkan ratusan ribu kendaraan tak dapat mengisi bahan bakar serta banyak warga Jakarta dapat terhenti aktivitasnya. Namun perkiraan ini belum memasukkan bila Pertamina sebagai pemilik depo sudah mempunyai contingency plan untuk mengantisipasi bencana semacam ini.
Melihat bahaya seperti ini, sudah seharusnya peran Depo Plumpang dipecah ke depo lain dan sebagai fasilitas vital perekonomian bangsa, depo semacam ini harus dijauhkan dari pemukiman padat penduduk. Karena Depo semacam itu dapat membahayakan penduduk sekitar, dan sebaliknya warga setempat dapat disusupi oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang mengancam keberadaan depo.
SIAPA WAHYU "TERORIS" SEBENARNYA?

Wahyu yang dalam penampilan kesehariannya nampak sederhana dan biasa saja itu, diyakini memiliki kemampuan sangat tinggi dalam perakitan dan peracikan bahan-bahan pembuat bom.
Pada 22 Januari 2007 kontak senjata api dengan tim Mabes Polri di Poso pada saat penangkapan pelaku teror di Poso. Wahyu lalu melarikan diri pada tanggal 24 Januari 2007 ke Gorontalo. Pada 25 Januari 2007 lari ke Jakarta sampai dengan sekarang.
Wahyu juga pernah terlibat dalam kasus penembakan anggota Brimob di Loki, Maluku. Turut serta bersamanya Asep Dahlan, Asadullah, dan lain-lain. Ia juga terlibat kepemilikan senjata api, amunisi, bahan peledak, cairan kimia dalam rangka persiapan kegiatan teroris di Indonesia.
Lantas, siapa 7 anggota lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka baru? Menurut Sulistyo, mereka diduga merupakan murid dari teroris terkenal (alm) Dr Azahari. Ini bisa diidentifikasi dari cara mereka merakit bom yang sama.
Kelompok ini diduga juga terkait dengan kelompok Fakta di Palembang, kelompok NII di Jakarta, dan kelompok Jamaah Islamiyah di Singapura dengan tokohnya Hasan alias Taslim yang merupakan lulusan kamp Al Qaida di Afghanistan.
Kelompok ini, lebih canggih dibanding para pelaku terorisme sebelumnya. Indikasinya, printed circuit board (PCB) yang mereka buat sudah lebih sempurna dan lebih rapi dibanding PCB yang pernah disita. Kemajuan signifikan dalam PCB ini mengakibatkan pembuatan switching bomb lebih cepat dan lebih banyak. (Joe)
JAKARTA, JUMAT - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan, sasaran teroris saat ini tidak lagi fokus pada masalah perlawanan terkait dengan perbedaan aqidah dan simbul-simbul barat seperti Amerika Serikat (AS). Menurut Kapolri, saat ini fokus kelompok teroris sudah mulai bergeser pada pemerintah yang memerangi terorisme. Sasarannya adalah objek-objek vital milik pemerintah.
Pernyataan ini disampaikan Kapolri di Mabes Polri, Jumat (24/10), seusai melantik Kapolda Jawa Barat Irjen Susno Duaji sebagai Kabareskrim Mabes Polri menggantikan dirinya. Pernyataan Bambang Hendarso ini untuk menjawab keraguan masyarakat terkait dengan klaim Densus 88 Antiteror yang menyatakan kelompok teroris Wahyu Cs yang digulung di Kelapa Gading akan meledakkan Depo Pertamina Plumpang.
Sementara selama ini kelompok teroris yang terkait dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) sasarannya bukan milik pemerintah seperti Depo Pertamina. Mereka selalu memilih sasaran gedung yang menjadi simbol AS atau tempat yang banyak dikunjungi oleh orang barat. Sehingga klaim akan meledakkan Depo Pertamina diragukan oleh berbagai pihak.
Menurut Kapolri, dengan bergesernya fokus perlawanan ini, tidak mengada-ada bila kelompok Kelapa Gading yang digulung beberapa waktu lalu membidik Depo Pertamina Plumpang untuk diledakkan.
"Mereka tidak lagi hanya fokus pada kelompok yang berbeda aqidah atau yang mereka sebut sebagai orang kafir. Tapi sekarang juga sudah mulai mengalihkan sasaran pada pejabat atau pemerintah yang memerangi teroris," jelas Bambang Hendarso Danuri.
Menurut Kapolri, jaringan teroris di Indonesia sangat banyak dan terorganisir dengan baik. Keberadaan mereka seperti gunung es, kelihatannya di permukaan hanya sedikit, tapi sesungguhnya di dalamnya sangat besar.
| Polri Masih Memburu Dua Tersangka Teroris | | |
| 24/10/2008 21:12:54 WIB | |
Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri terus memburu dua tersangka kasus teroris di Jakarta Utara, Selasa (20/10) yang kini kabur. Kedua tersangka yang lolos dari penangkapan itu adalah Sbrh dan Abh.
‘Polri belum dapat memastikan apakah dua orang yang lolos itu warga negara
Kedua tersangka itu diduga terus berpindah-pindah tempat tinggal. Mereka menggunakan nama lain sebagaimana tersangka lain yang tertangkap yakni Rusli Mardani alias Wahyu Ramadhan alias Uci alias Farid alias Zulfikar.
Selain mengejar dua tersangka yang kabur, polisi juga terus mengumpulkan keterangan dan barang bukti terkait dengan penangkapan
Tersangka lain yang tertangkap selain Rusli adalah Muntasir, dan Nurhasani alias Hasan, Imam Basori alias Basar dan Budiman.
Rusli, Hasan, Muntasir, dan Budiman tertangkap di
Dalam penyelidikan, Rusli diduga terlibat kasus terorisme di Poso dan
Dari kelima tersangka itu, Budiman kini dirawat di rumah sakit karena sakit tifus dan anemia.
Barang bukti yang disita di Jakarta Utara antara lain pistol kaliber 9 mm, satu magazen, 27 butir peluru kaliber 9 mm, satu laras senjata api, satu peredam suara senjata api, 257,5 gram TMP dan dokumen tentang perakitan bom. (ris)
Kamis, Oktober 16, 2008
Purnomo Minta Proses Hukum Pertamina Tak Ganggu Distribusi BBM

JAKARTA,
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro meminta proses hukum yang kini tengah dihadapi PT Pertamina (Persero) dalam kasus impor minyak mentah Zatapi tidak mengganggu distribusi BBM.
"Tentunya kami berharap, suplai BBM terus berlangsung," katanya di Jakarta, Jumat, seperti dilansir Antara.
Ia juga mengatakan, proses hukum tersebut merupakan urusan korporat.
"Proses pembelian itu berada di tingkat korporat, kami hanya berhubungan dalam hal distribusi BBM bersubsidi dengan Pertamina," ujarnya.
Pertamina lah, lanjutnya, yang memiliki wewenang melakukan pengadaan minyak mentah.
"Dari mana minyak didatangkan atau jenisnya apa, merupakan wewenang Pertamina," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Komunikasi Pertamina, Wisnuntoro, menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang tengah dilakukan penyidik Mabes Polri.
Tim Penyidik Mabes Polri pada Kamis (16/10) menggeledah Kantor Pusat Pertamina di Jalan Perwira, Jakarta Pusat, guna mencari barang bukti tambahan kasus Zatapi.
Penyidik menyita sejumlah dokumen tender pengadaan minyak mentah.
Mabes Polri telah menetapkan empat tersangka dari Pertamina dalam kasus impor minyak mentah Zatapi itu, yakni Suroso Atmomartoyo, Chrisna Damayanto, Kairuddin, dan Rinaldi.
Impor tersebut berlangsung Februari 2008 dengan volume 600.000 barel senilai US$ 54 juta.
Zatapi yang diimpor rekanan Pertamina, Gold Manor International Ltd, merupakan campuran minyak mentah dari berbagai negara. (*)investorindonesia.com .coy*








