Kamis, November 13, 2008

Menteri ESDM Luncurkan Pertamina Biosolar untuk Industri


Bio-Solar adalah bahan bakar campuran untuk mesin diesel yang terdiri dari minyak hayati non fosil ( bio fuel ) - sebesar 5 persen minyak kelapa sawit atau CPO ( Crude Palm Oil ) yang telah dibentuk menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan 95 persen solar murni

bersubsidi. Bahan bakar ini secara bertahap akan mengurangi peran solar.



JAKARTA. Menteri ESDM didampingi Dirjen Migas dan Dirut PT. Pertamina bertempat di Depot Pertamina Plumpang meluncurkan Pertamina Biosolar untuk industri dan perluasan penjualan BBN di SPBU seluruh Indonesia, Selasa (11/11). Hadir dalam acara tersebut Pejabat Eselon I DESDM, Dirut Pertamina serta jajaran direksi dan komisaris PT Pertamina (Persero), dan Perwakilan Pemda DKI.

Purnomo Yusgiantoro mengatakan, dalam perjalanannya perkembangan BBN mengalami pasang surut, tetapi dengan adanya Peraturan Menteri ESDM No. 32 tahun 2008 dimana pada waktu itu kita tetapkan sebagai mandatory untuk BBN dan didorong perkembangan harga energi yang saat ini mengalami penurunan, maka mendorong dipercepatnya peluncuran biosolar dan perluasan BBN bagi SPBU-SPBU di seluruh Indonesia.

Kebutuhan BBN saat ini mencapai sebesar 3.4 Juta KL/tahun yang diperuntukkan bagi transportasi, pembangkit PLN dan industri, namum kapasitas yang tersedia hanya 2,5 juta KL/tahun sehingga masih diperlukan kapasitas tambahan untuk mendukung kebutuhan BBN ini, sebagian besar dari 2.5 juta KL tersebut akan dipenuhi dari Depot Pertamina Plumpang, ujar Menteri ESDM

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri ESDM No. 32 tahun 2008 Tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai bahan Bakar lain. PT Pertamina (Persero) mendapatkan kepastian standarisasi kualitas bahan bakar nabati dan kelancaran pasokan bahan bakar biofuel, dengan demikian PT Pertamina (Persero) dapat lebih memfokuskan perannya dalam meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

Selain itu ujar Dirut PT Pertamina (Persero), selain sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dengan memasarkan produk BBN, PT Pertamina (Persero) juga memberikan kontribusi bagi pelestarian lingkungan, ketersediaan energi dan dampak pada pengembangan masyrakat dan petani terutama penghasil BBN.

Biosolar merupakan campuran Solar dengan FAME (Fatty Acid Methyl Ester), Biopremium merupakan campuran Premium dengan Ethanol Unhydrou Tardenaturasi dan Biopertamax adalah campuran Pertamax dengan Ethanol Unhydrou Tardenaturasi.

Saat ini PT Pertamina (Persero) telah memasarkan Biosolar di 411 SPBU di Jakarta, Denpasar dan Surabaya dengan volume penjualan mencapai 80.600 KL/bulan. Untuk sektor industri pengiriman Biosolar telah dimulai sejak tanggal 1 Nopember 2008 lalu dan akan terus dikembangkan di masa datang. Pada waktu yang bersamaan, Untuk produk Biopremium telah dipasarkan di 14 SPBU Jakarta dan Malang dengan volume penjualan rata-rata 9.500 KL/bulan, sedangkan Biopertamax sejumlah 1.651 KL/bulan, dipasarkan di 46 SPBU yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Malang, dan Denpasar.

Makin Tenggelam, Minyak Sentuh Level Terendah


Terminal Transit milik Pertamina di daerah Koja, Jakarta Utara, Kamis (13/3). Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai $107 per barel menyebabkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Indonesia.
Video

Kamis, 13 November 2008

NEW YORK, RABU - Harga minyak mentah dunia jatuh ke kisaran 56 dollar AS per barrel, seiring jebloknya laporan keuangan perusahaan-perusahaan ritel dan jeleknya prospek para pembuat mobil. Hal itu menjadi tambahan bukti bahwa Amerika Serikat dan belahan dunia lainnya akan memangkas penggunaan energi.

Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Desember, di New York Mercantile Exchange, Rabu (12/11) waktu setemapt, turun hampir 6 persen, atau 3,50 dollar AS ke posisi 56,16 dollar AS per barrel. Sebuah posisi penutupan terendah sejak Januari 2007. Atau turun lebih dari 60 persen dari level tertinggi pada kisaran 147 dollar AS pertengahan Juli 2008.

"Kami melihat penyesuaian terbesar dalam sejarah perdagangan. Kami belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya," sebut Phil Flynn, analis Alaron Trading Corp.

Departemen Energi AS memperkirakan komsumsi minyak AS tahun depan lebih rendah dalam tahun sejak 1980.

Sementara di ICE Futures exchange, London, minyak jenis Brent pengiriman Desember melorot 6,4 persen ke posisi 52,15 dollar AS per barrel.

Ribuan Tabung Elpiji di Palembang Sudah Kadaluwarsa

Petugas outlet gas di SPBU Palapa, Bandar Lampung, Selasa (6/5), mengatur tabung-tabung gas kosong untuk diisi kembali. Meski tidak terjadi kenaikan harga, warga Bandar Lampung, dalam dua hari terakhir, kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 12 kilogram. Permintaan warga akan gas yang cukup tinggi membuat pengecer dan outlet gas selalu kehabisan stok.
Video
Kamis, 13 November 2008 | 21:23 WIB

PALEMBANG, KAMIS - Sekitar 17.000 tabung elpiji 12 kilogram yang beredar di wilayah Sumatera Selatan, diperkirakan sudah habis mas tes (HMT) atau kadaluwarsa. Tabung itu harus segera diganti, agar tidak membahayakan masyarakat.

Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Palembang, Nina Hikmah, Kamis (14/11) mengatakan, sejak awal November lalu, tabung gas elpiji 12 kilogram yang sudah HMT tidak boleh diisi lagi. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji juga tidak bersedia mengisinya.

Sebanyak 15 agen elpiji yang ada di Sumsel terpaksa menahan tabung yang sudah kadaluwarsa, sehingga pasokan yang tersedia berkurang. Jumlah tabung yang saat ini tertahan di agen sekitar 5.000 tabung, dan yang masih beredar di masyarakat sekitar 12.000 tabung.

"Masa berlaku tabung 25 tahun, kalau lebih dari itu tidak boleh beredar," ujarnya. Menurut Nina, secara keseluruhan, permintaan elpiji 12 kilogram di Sumsel mencapai 252.000 tabung per bulan, sedangkan pasokan dari pertamina sekitar 217.000 tabung.

Meskipun demikian, kebutuhan gas masyarakat masih terbantu dengan ketersediaan elpiji isi tiga kilogram. Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan elpiji isi 12 kilogram, beralih ke elpiji isi tiga kilogram. Kenaikan permintaan elpiji tiga kilogram sekitar 40 persen.

"Permintaan naik gara-gara terjadi antrian untuk mendapatkan elpiji 12 kilogram, beberapa waktu lalu," katanya.

Nina mengatakan, pertamina harus segera mengganti tabung gas elpiji yang sudah HMT. Apabila tidak segera diganti, dikhawatirkan pasokan elpiji 12 kilogram di masyarakat akan berkurang.

Pimpinan agen elpiji PT Elgastrindo Abadi Palembang, Syariefhusin Basnan mengaku sudah menahan 200 tabung elpiji 12 kilogram yang sudah HMT. Secara keseluruhan, persediaan berjalan (working stok) mencapai 1.500 tabung, dengan permintaan antara 400 hingga 600 tabung per hari.

Menurut dia, tabung yang sudah HMT tidak dapat digunakan karena beresiko mengalami korosi, sehingga mudah pecah. Kalau pertamina tidak segera mengganti, bisa langka lagi, ujarnya.

Saat ini, sebagian masyarakat pengguna elpiji 12 kilogram juga sudah beralih ke elpiji tiga kilogram. Sebelumnya, tabung isi tiga kilogram yang terjual hanya sekitar 50 unit per hari, namun saat ini mencapai 100 tabung per hari.

Asisten Customer Relation PT Pertamina (persero) Pemasaran BBM Retail Region II Palembang, Roberth MVD mengatakan, pertamina selalu mengganti tabung elpiji yang ditemukan sudah HMT. Penggantian tidak dilakukan secara periodik, sepekan atau sebulan sekali.

Terkait temuan 17.000 tabung yang diduga kadaluwarsa, ia mengaku belum mendapatkan informasi. Meskipun demikian, 17.000 tabung tersebut tidak mungkin ditarik bersamaan, namun secara bertahap. Hal itu untuk menghindari kekurangan pasokan di masyarakat.

Menurut dia, hal utama yang perlu diperhatikan yaitu pengawasan di lapangan. Pengawasan tabung hendaknya dilakukan di semua tingkatan, mulai dari stasiun pengisian bahan bakar elpiji hingga masyarakat pemakai. kompas

Selasa, November 11, 2008

Pasarkan Biofuel: Pertamina dukung Pelestarian Lingkungan, Ketersediaan Energi dan Pemberdayaan Masyarakat



Sebagai bentuk dukungannya terhadap program pemerintah, PT Pertamina (Persero) mengadakan peluncuran Bio Solar untuk Industri dan perluasan pemasaran BBN di SPBU. Peluncuran ini dilaksanakan di Depot Plumpang, Jakarta dan diresmikan oleh Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro.
"Dengan adanya SK Peraturan Menteri ESDM No.32 tahun 2008, Pertamina mendapat kepastian standarisasi kualitas bahan bakar nabati dan kelancaran pasokan bahan biofuel. Pertamina dengan demikian dapat menfokuskan perannya dalam meningkatkan pelayanan kepada konsumen." Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Ari H. Soemarno dalam konferensi pers di Plumpang berkaitan dengan peluncuran Bio Solar untuk Industri dan perluasan pemasaran BBN di SPBU tersebut.

Dengan memasarkan produk BBN, Pertamina juga memberi kontribusi dalam pelestarian lingkungan dan ketersediaan energi serta memberi dampak pada pengembangan masyarakat terutama petani penghasil bahan BBN.

Sebagai perusahaan yang berpengalaman 51 tahun di bidang migas, hal teknis dalam pembuatan biofuel bukan merupakan hal yang menjadi penghambat dalam penjualannya (lihat bagan proses pencampuran bio dengan bahan bakar). Produk-produk Bahan Bakar Bio yang selama ini telah dipasarkan oleh Pertamina adalah biosolar, biopremium, dan biopertamax.

Biosolar adalah campuran solar dan FAME (Fatty Acid Methyl Ester). Bio Premium merupakan campuran Premium dan ethanol unhydrous terdenaturasi 99,5%). Bio Pertamax merupakan campuran Pertamax dan ethanol unhydrous terdenaturasi (kemurnian > 99,5%) ditambah dengan aditif.

Untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar bio, tidak diperlukan modifikasi mesin. Bahan Bakar Bio memiliki keunggulan berupa emisi gas buang lebih baik / ramah lingkungan, mempunyai sifat detergensi (membersihkan mesin) dan memperpanjang umur mesin.

Sampai saat ini, Pertamina telah memasarkan Biosolar di 411 SPBU di Jakarta, Denpasar dan Surabaya, Biopremium di 14 SBPU di Jakarta dan Malang, dan Biopertamax di 46 SPBU di Jakarta, Surabaya, Malang dan Denpasar. Rata-rata penjualan saat ini adalah 80.600 kL/bulan untuk solar, 9.500 kL/bulan untuk premium dan 1.651 kL/bulan untuk pertamax. Di sektor industri, pengiriman Bio Solar sudah dimulai sejak tanggal 1 November 2008 lalu dan akan terus dikembangkan di masa datang.

Guna merealisasikan komitmen memperluas pasar BBN ini, Pertamina telah menyusun rencana pemasaran BBN hingga 2010 nanti. Pertamina menargetkan, hingga akhir 2008, pemasaran Biofuel untuk produk Bio Solar, Bio Premium, dan Bio Pertamax telah tercapai di Jawa Bagian Barat dan Jawa bagian Timur serta Bali. Sedangkan pada 2009, produk Bio Solar, Bio Premium, dan Bio Pertamax, diharapkan sudah dipasarkan ke SPBU-SPBU di seluruh Pulau Jawa, seluruh Sumatera, sebagian Kalimantan, dan di Makasar, Sulawesi Selatan. Sebelum akhirnya, pada 2010 nanti, Pertamina menargetkan produk-produk BBN sudah dapat diperoleh di SPBU-SPBU di seluruh Indonesia.

Pertamina Suplai Biodiesel ke Industri


JAKARTA, KOMPAS - PT Pertamina memperluas pemasaran biodiesel ke konsumen industri. Perseroan menargetkan pemasaran bahan bakar nabati untuk keperluan transportasi dan industri menjangkau seluruh wilayah Pulau Jawa dan Bali pada tahun 2009.

Direktur Utama PT Pertamina Ari H Soemarno, Selasa (11/11), dalam peresmian di Depo Pertamina Plumpang, mengemukakan, momentum turunnya harga bahan bakar nabati menjadi kesempatan memperluas pemakaiannya di dalam negeri. ”Sampai pertengahan 2008 banyak permintaan ekspor biodiesel sehingga Pertamina kesulitan memperluas pemakaian,” katanya.

Mulai 1 November, Pertamina sudah memasarkan biodiesel ke 20 industri yang ada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Volume yang dipasarkan sekitar 1.500 kiloliter.

Pertamina mulai memasarkan bahan bakar nabati untuk keperluan transportasi tahun 2006. Bahan bakar nabati yang dipasarkan adalah Biosolar yang menggunakan campuran fatty acid methyl ester (FAME) serta Biopremium dan Biopertamax yang menggunakan campuran etanol.

Pertamina memperluas pemasaran bahan bakar nabati karena Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2008 mewajibkan hal itu. Ditargetkan, sampai tahun 2009, seluruh badan usaha niaga umum yang memasarkan bahan bakar ke konsumen industri dan komersial minimal menjual bahan bakar nabati 2,5 persen dari total volume keseluruhan.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, bila volume bahan bakar nabati bisa 10 persen dari total volume bahan bakar nasional, tiap tahun dibutuhkan bahan bakar nabati 3,4 juta kiloliter. Jumlah itu untuk pemakaian industri, transportasi, dan pembangkit listrik. Kapasitas produksi bahan bakar nabati saat ini 2,5 juta kiloliter. (DOT)

Kamis, November 06, 2008

Harga Premium Turun Rp. 500/Liter mulai 1 Desember 08

Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani didampingi Meneg ESDM Purnomo dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, memberi penjelasan mengenai penurunan harga premium, usai diterima Presiden SBY hari Kamis (6/11) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani didampingi Meneg ESDM Purnomo dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, memberi penjelasan mengenai penurunan harga premium, usai diterima Presiden SBY hari Kamis (6/11) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)

PERKEMBANGAN HARGA BBM TAHUN 2003
PERKEMBANGAN HARGA BBM TAHUN 2004
PERKEMBANGAN HARGA BBM TAHUN 2005

PERKEMBANGAN HARGA BBM TAHUN 2006
PERKEMBANGAN HARGA BBM TAHUN 2007
PERKEMBANGAN HARGA BBM TAHUN 2008


Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebesar Rp. 500,-/liter, dari Rp. 6.000,-/liter menjadi Rp. 5.500,-/liter. Harga baru tersebut mulai diberlakukan tanggal 1 Desember 2008, dengan penetapan peraturan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang akan diterbitkan.

Usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (6/11) sore, Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani didampingi Menteri ESDM Purnomo Yusgihantoro dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng mengatakan, "Penurunan harga ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk betul-betul mengurangi beban masyarakat dengan berbagai instrumen maupun sumber daya yang dimiliki,” kata Sri Mulyani.

"Penurunan harga BBM jenis premiun ini, menyikapi perkembangan harga minyak mentah internasional yang terus menurun dalam beberapa bulan terkahir ini, bahkan mencapai sekitar 65 Dolar AS/barel, dan menangkap aspirasi yang berkembang di masyarakat, baik itu di DPR, pelaku usaha, pengamat, masyarakat umum, terutama mereka –mereka yang selama ini merasakan beban ekonomi akibat kenaikan harga komoditas yang terjadi selama 10 bulan pertama ini dan permohonan agar pemerintah menimbang harga BBM yang selama ini berlaku," lanjutnya.

”Selain itu juga adanya gejolak ekonomi global baru yang sekarang ini terjadi, yang sudah pasti menyebabkan melemahnya perekonomian global dan bisa berdampak pada perekonomian nasional. Oleh karena itu perlu melakukan antisipasi atau menetralisir dampaknya agar bisa mengurangi beban ekonomi dunia usaha dan masyarakat. Maka pemerintah merespon perkembangan berbagai indikator dan suasana tersebut, dan dengan mengevaluasi masukan berbagai pihak serta melihat terutama kondisi APBN baik tahun 2008 dan 2009, pemerintah memutuskan harga premiun sebesar Rp. 500,-/liter, yaitu harga berlaku sekarang sebesar Rp. 6.000,-/liter menjadi Rp.5.500,-/liter,” jelas Sri Mulyani.

”Adapun harga BBM bersubsidi lainnya yaitu solar dan minyak tanah saat ini tidak mengalami perubahan, karena perbedaannya dalam harga perekonomian masih sangat tinggi. Saya ingin menekankan bahwa harga premiun Indonesia dibandingkan semua negara di kawasan Asia masih yang termurah, apalagi sekarang. Bahkan dengan Malaysia, di mana sering diberitakan menurunkan 4 kali lipat BBM, tapi kita masih lebih murah di Indonesia,” kata Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani , penurunan hargan BBM jenis premium ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki daya beli masyarakat menggairahkan dunia usaha serta menjadi alat untuk melakukan counter siklus dari perekonomian yang diperkirakan melemah karena adanya krisis ekonomi dunia terhadap perekonomian nasional.
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/11/06/3682.html



06/11/2008 17:48 - BBM
Harga Premium Turun Awal Desember

Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah akhirnya menurunkan harga premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter mulai 1 Desember 2008. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Kamis (6/11) petang.

Sementara itu, BBM bersubsidi lainnya seperti minyak tanah dan solar tidak turun karena harganya masih jauh dari keekonomian. Pemerintah akan memantau harga premium tiap satu bulan serta menyesuaikan dengan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan volume konsumsi BBM.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)


Senin, November 03, 2008

Harga BBM Turun Tidak Lebih dari 27 Persen


Foto: dok detikFinance
Jakarta - Pemerintah masih memperhitungkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Jika pun akan menurunkan harga, penurunannya tidak akan sebesar 27-28 persen atau sebesar ketika pemerintah menaikkan harga BBM pada akhir Mei lalu.

Hal tersebut disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Gedung Bappenas, Jalan Taman Surapati, Jakarta, Senin (3/11/2008).

"Penurunannya pasti akan berkurang, kan pemerintah juga memperhitungkan beban yang harus ditanggung, seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai)," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Paskah, dalam 6 bulan terakhir saja harus mengeluarkan dana Rp 12 triliun untuk penyaluran BLT. Sehingga jika menurunkan harga BBM yang tentunya menambah beban pemerintah, prosentase penurunannya tidak bakal melebihi kenaikan BBM pada Mei lalu yang rata-rata naik sebesar 28,7 persen.

Paskah juga mengatakan tidak ada faktor politik dalam perhitungan pengurangan harga BBM.

"Tidak ada faktor politik, ini semua faktor perhitungan beban yang selama ini ditanggung pemerintah selama 1 tahun, pokoknya tidak akan seperti naiknya," ujarnya.(ddn/ir)


JAKARTA, SENIN - Negara tetangga, Malaysia, sudah dua kali menurunkan harga jual BBM-nya pascamerosotnya harga minyak mentah dunia. Indonesia? Pemerintah berdalih, subsidi BBM sudah melebihi dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN. Penurunan harga pun semakin kecil peluangnya. Meskipun dikritik berbagai pihak, belum juga ada titik terang akankah pemerintah mengambil kebijakan menurunkan harga BBM bersubsidi.



Kurangi beban

Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bambang Soesatyo menyebutkan, dengan adanya penurunan harga minyak mentah saat ini, pemerintah sebenarnya sudah dapat menghemat subsidi Rp 9,6 triliun.

Ada penghematan subsidi sekitar Rp 1.600 per liter sehingga jika dikalikan dengan realisasi volume BBM per bulannya yang mencapai 6 miliar liter akan didapatkan penghematan sekitar Rp 9,6 triliun.

Atas dasar itu, ujar Bambang, pemerintah sebaiknya segera mengambil keputusan untuk menurunkan harga BBM bersubsidi. Penurunan harga BBM akan mengembalikan daya beli masyarakat yang sempat tertekan oleh tiga kali kenaikan harga BBM, yakni dua kali pada 2005 dan pada Mei 2008.

”Dari penghematan subsidi itu, sebenarnya harga premium dan solar bisa diturunkan sekitar Rp 800 per liter. Penurunan itu sangat berarti bagi puluhan juta keluarga sebab pengeluaran bagi biaya transportasi akan berkurang,” ujar Bambang. (OIN) : kompas

Minggu, November 02, 2008

HARGA JUAL BBK PERTAMINA PERIODE 1 NOVEMBER 2008

Pertamax di Jakarta Turun 11,95%


Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No. Kpts –184/F00000/2008 – S3 tanggal 30 Oktober 2008 tentang Harga Jual Keekonomian Bahan Bakar Minyak Pertamina, menetapkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 November 2008 pukul 00.00 WIB, harga BBM Non Subsidi untuk harga untuk bunker internasional dan harga untuk pelanggan selain sektor rumah tangga, usaha kecil, transportasi dan pelayanan umum, seperti berikut ini:

HARGA JUAL KEEKONOMIAN BBM PERTAMINA
MULAI TANGGAL 1 OKTOBER 2008

Jenis BBM

Harga Jual Keekonomian BBM PERTAMINA Tanpa Pajak
(HARGA DASAR)

Wilayah 1

Wilayah 2

(Rp/KL)

(US$/KL)

(Rp/KL)

(US$/KL)

Premium

5,925,000

592.50

6,043,000

604.30

Minyak Tanah

6,687,000

668.70

7,133,000

713.30

Minyak Solar

6,233,500

623.35

6,649,000

664.90

Minyak Diesel

6,065,000

606.50

6,469,300

646.93

Minyak Bakar

4,549,600

454.96

4,852,900

485.29

Diesel V10

5,632,500

563.25

-

-

Pertamina DEX

7,044,600

704.46

-

-

Wilayah 1 : Harga berlaku Ex. Suplai Point (Depot/Transit Terminal) selain di UPms VII, VIII dan Propinsi NTT

Wilayah 2 : Harga berlaku Ex. Suplai Point (Depot/Transit Terminal) di UPms VII.



Jenis BBM

Harga Jual Keekonomian BBM PERTAMINA Tanpa Pajak
(HARGA DASAR)

Wilayah 3

(Rp/KL)

(US$/KL)

Premium

6,184,700

618.47

Minyak Tanah

7,300,200

730.02

Minyak Solar

6,804,800

680.48

Minyak Diesel

6,620,900

662.09

Minyak Bakar

4,966,700

496.67

Diesel V10

-

-

Pertamina DEX

-

-


Wilayah 3 : Harga berlaku Ex. Suplai Point (Depot/Transit Terminal) di UPms VIII dan Propinsi NTT

Semua perhitungan harga penebusan didasari atas tabel rincian harga penebusan dalam satuan 1 liter dikalikan terhadap volume penebusan. Menyesuaikan sistem yang diterapkan untuk menghitung harga penebusan saat ini, yakni harga penebusan untuk volume tertentu dihitung ulang dari harga dasar dikalian volume penjualan ditambah pajak-pajak (PPN dan PBBKB).

Dibandingkan harga pada 15 Oktober 2008, harga BBM Non Subsidi periode 1 November 2008 mengalami perubahan harga sebagai berikut: Premium turun 18,0 %, Minyak Tanah turun 16 %, Minyak Solar turun 19,9 %, Minyak Diesel turun 20,2 %, Diesel V10 turun 20,9% dan Minyak Bakar turun 23,8 % dari harga sebelumnya. Perubahan harga diatas disebabkan MOPS dalam rupiah mengalami penurunan berkisar 16 % s.d. 23,8 %dari harga sebelumnya dan nilai tukar Rupiah melemah 5,14% dari perhitungan harga sebelumnya.

Harga BBM jenis Premium dan Solar bersubsidi bagi transportasi umum sesuai Peraturan Menteri ESDM No. 16/2008 adalah sebesar Rp.6.000/liter untuk Premium dan Rp. 5.500/liter untuk solar. Sedangkan harga minyak tanah bersubsidi untuk masyarakat dan industri kecil sebesar Rp. 2.500/liter.

Harga Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex & BioPertamax
Periode Berlaku Mulai 1 November 2008

Harga jual BBK terhitung mulai 1 November 2008 mengalami perubahan seperti pada tabel berikut:

HARGA JUAL BBK PERTAMINA PERIODE 1 NOVEMBER 2008

Jenis BBK/ Lokasi

Harga Jual SPBU
1 November 2008
(Rp)

Harga Jual SPBU
15 Oktober 2008
(Rp)

I. PERTAMAX PLUS

- Batam

6.800

7.700

- UPms I

7.450

8.400

- Medan bersaing

7.350

-

- UPMS III

7.300

8.300

- UPms IV & V

7.450

8.500

- UPms VI

7.500

8.400

II. PERTAMAX

- UPms I

7.300

8.200

- Medan Bersaing

7.200

-

- UPms II

7.300

8.200

- Bangka

8.400

9.300

- UPms III

7.000

7.950

- UPms IV & V

7.100

8.050

- Bali

7.150

8.100

- UPms VI

7.200

8.000

- UPms VII

7.300

8.200

-Palu

8.300

9.250

III. PERTAMINA DEX

- UPms III

8.100

9.100

- UPms V

8.100

9.100

IV. BIOPERTAMAX

- UPms III

7.000

7.950

- UPms V

7.100

8.050

- Bali

7.150

8.100


Dalam rangka upaya memenuhi kebutuhan konsumen akan produk Pertamina Dex, PT. Pertamina (Persero) melakukan penjualan Pertamina Dex dalam bentuk kemasan (10L dan 20L).

Harga Jual Pertamina Dex kemasan


UPMS III

UPMS VI

Kemasan + isi:

1 November 2008

15 Oktober 2008

Kemasan + isi:

1 November 2008

15 Oktober 2008

Kemasan 10 L

99.400

109.400

Kemasan 10 L

99.400

109.400

Kemasan 20 L

197.400

217.400

Kemasan 20 L

197.400

217.400

Isi/ refil: Isi/ refil:

Kemasan 10 L

83.000

93.500

Kemasan 10 L

84.000

95.000

Kemasan 20 L

166.000

187.000

Kemasan 20 L

168.000

190.000


Perubahan harga jual Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina DEX dan Bio Pertamax ini akan ditinjau kembali sesuai perkembangan harga minyak internasional.

Written by DIVISI KOMUNIKASI

Kamis, Oktober 30, 2008

Pipa Bensin Balongan-Plumpang Bocor di Indramayu

Foto Terkait Indramayu - Sebuah Pipa yang menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dari kilang Balongan ke depo Plumpang Jakarta, di Desa Legok, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, bocor. Warga pun berebut mengalap bensin.

Penyebab Kebocoran pipa yang tertanam 3 meter di bawah tanah tersebut belum diketahui. Namun melihat kondisinya yang berkarat, diduga kebocoran pipa tersebut diakibatkan umur pipa sudah tua.

"Belum diketahui penyebabnya, namun pasokan premium ke depo Plumpang untuk sementara kita hentikan dulu sambil menunggu proses perbaikan," tutur Iskandar, Humas Pertamina UPMS yang ditemui di lokasi, Rabu (29/10/2008).

Saat kebocoran terjadi, ratusan masyarakat desa setempat berduyun-duyun mengambil minyak tersebut dengan menggunakan jeriken dan ember. Bahkan, setiap warga ada yang mampu mendapatkan 10 liter minyak premium.DETIK NEWS

MENGENAL SPBU PASTI PAS!

Jakarta, tercapainya target 1000 SPBU Pasti Pas coy
Direktur Utama Pertamina Ari H. Soemarno didampingi Direktur Pemasaran & Niaga Achmad Faisal, Direktur Umum & SDM Waluyo, serta Senior Vice President Pemasaran Hanung Budya memotong tumpeng sebagai tanda rasa syukur atas tercapainya target 1000 SPBU Pasti Pas pada tahun ini, (19/9). Pencapaian ini bahkan lebih cepat tiga bulan dari target waktu yang telah ditetapkan, Desember 2008.•NDJ

The image “http://pastipas.pertamina.com/images/pas_bnr2_1.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
The image “http://pastipas.pertamina.com/images/pas_bnr2_2.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
Sumber : http://pastipas.pertamina.com/mengenal.asp




SPBU Pertamina PASTI PAS! adalah SPBU yang telah tersertifikasi dapat memberikan pelayanan terbaik memenuhi standard kelas dunia. Konsumen dapat mengharapkan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin, pelayanan yang ramah, serta fasilitas nyaman.


The image “http://pastipas.pertamina.com/images/pasdetil_gb1.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

Kualitas dan kuantitas BBM terjamin karena SPBU PASTI PAS! menggunakan alat-alat pengukur kualitas dan kuantitas lebih akurat juga menerapkan prosedur monitoring yang lebih ketat. Untuk menjamin ketepatan takaran, SPBU melakukan test ketepatan volume secara rutin dengan batas toleransi akurasi lebih ketat dari SPBU biasa. Dinas Metrologi akan melakukan kalibrasi ulang pompa yang telah melewati batas toleransi. Untuk menjamin kualitas BBM, SPBU melakukan pengujian kualitas 3 kali lebih banyak dari SPBU biasa, juga dengan batas toleransi lebih ketat.

Konsumen akan selalu disambut oleh senyum, salam, dan sapa operator. Untuk memastikan anda mendapatkan volume yang akurat operator akan menunjukkan pada anda mesin pompa menunjukkan angka nol sebelum mulai pengisian.


SPBU Pertamina PASTI PAS! hanya diberikan kepada SPBU yang telah mendapatkan dan dapat mempertahankan audit sertifikasi oleh auditor internasional independen.

The image “http://pastipas.pertamina.com/images/pasdetil_gb2.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

Untuk mendapatkan sertifikasi PASTI PAS!, SPBU harus lolos audit kepatuhan standard pelayanan yang ditetapkan oleh Pertamina. Audit ini mencangkup standard pelayanan, jaminan kualitas dan kuantitas, kondisi peralatan dan fasilitas, keselarasan format fasilitas, dan penawaran produk dan pelayanan tambahan. Setelah mendapatkan sertifikat PASTI PAS!, SPBU akan tetap diaudit secara rutin. Jika tidak lolos, SPBU dapat kehilangan predikatnya sebagai SPBU PASTI PAS!

Seluruh proses sertifikasi dilakukan secara independen oleh Bureau Veritas, institusi auditor independen internasional yang memiliki pengalaman Internasional untuk melakukan audit pelayanan SPBU.



Konsumen dapat mengenali SPBU PASTI PAS! melalui beberapa cara

1. Lihat logo dan sertifikat PASTI PAS!: logo akan pada kantung kiri operator sedangkan sertifikat PASTI PAS! dapat dilihat dalam kantor SPBU

2. Rasakan pelayanan operator: operator akan mengucapkan selamat pagi/siang/malam, menunjukkan angka nol, dan mengucapkan terimakasih dengan ramah

3. Temukan melalui website ini: fungsi Lokasi SPBU menyediakan daftar SPBU PASTI PAS! lengkap dengan lokasi, foto, dan deskripsi singkat produk dan pelayanan yang tersedia


The image “http://pastipas.pertamina.com/images/pasdetil_gb3.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

Mulai November 2008 Seluruh SPBU Pertamina di Jabotabek Jual Biofuel



JAKARTA. Mulai awal November 2008, semua SPBU PT Pertamina di Jabodetabek akan memasarkan produk BBM dengan kandungan Bahan Bakar Nabati (BBN) 5%. Baik itu BioPremium, BioSolar maupun BioPertamax. Bahkan, areal pemasaran biofuel di SPBU ini selanjutnya akan diperluas hingga mencakup seluruh SPBU yang berada di Jawa Barat dan Banten.

“Semua SPBU Pertamina di Jabodetabek mulai awal November akan menjual BBM dengan kandungan biofuel hingga 5%,’’ ujar Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Faisal, Rabu (29/10) saat acara coffee morning Pemanfaatan BBN untuk Pembangkit Listrik di loby gedung Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta.

PT Pertamina mulai memasarkan BioSolar sejak 20 Mei 2006 di Jakarta. Sedang BioPremium sejak 13 Agustus 2006 di Malang. BioSolar dijual seharga Solar (BBM PSO), demikian pula BioPremium di jual sama dengan harga Premium. Sedang BioPertamax yang mulai dijual 11 Desember 2006 di Jakarta dan diperluas hingga Surabaya, Malang dan Denpasar dijual sesuai dengan harga keekonomiannya.

Hingga saat ini ada 279 SPBU PT Pertamina yang memasarkan produk biofuel. Di Jakarta dan sekitarnya 202 SPBU menjual BioSolar dengan volume sekitar 4.300 KL/bulan dan BioPertamax pada 22 SPBU dengan volume sekitar 1.100 KL/bulan. Di Surabaya terdapat 19 SPBU menjual BioSolar dengan volume 1.600 KL/bulan dan 7 SPBU yang menjual BioPertamax dengan volume 296 KL/bulan.

Selanjutnya di Malang sebanyak 1 SPBU yang menjual BioPremium dengan volume sekitar 310 KL/bulan dan 3 SPBU menjual BioPertamax dengan volume 55 KL/bulan. Di Denpasar sebanyak 11 SPBU yang menjual BioSolar dengan volume 2.100 KL/bulan dan 14 SPBU yang menjual BioPertamax dengan volume 200 KL/bulan.

Selama ini produk BioSolar seluruhnya dipasokan dari Depot Plumpang, Jakarta. Guna memperluas areal pemasaran sejumlah infrastruktur juga tengah dalam tahap penyelesaian yaitu instalasi Tanjung Priuk, Depot Cikampek, instalasi Surabaya /Sanggaran, instalasi Semarang, Depot Rewulu, Depot Padalarang, Ujungberung, Depot Siak, Depot Dumai, instalasi Medan, Depot Kertapati, Depot Teluk Kabung, Tanjung Uban serta Depot besar lainnya.

Selasa, Oktober 28, 2008

Dua Pabrik Biodiesel Diaktifkan Pemerintah

Jakarta, Kompas - Dua pabrik biodiesel dengan kapasitas total 12.000 liter per hari yang dibangun tahun lalu oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan diaktifkan. Upaya ini untuk menyelamatkan petani sawit yang terpukul oleh jatuhnya harga tandan buah segar atau TBS sawit dan minyak sawit.

Pembangunan dua pabrik biodiesel itu mendekati lokasi sumber bahan baku untuk memotong biaya transportasi TBS,” kata Deputi Bidang Perkembangan Riset dan Ilmu Pengetahuan pada Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) Bambang Sapto Pratomosunu, Senin (27/10) di Jakarta.

Secara terpisah, Asisten Deputi Urusan Pengembangan Rekayasa Riset dan Ilmu Pengetahuan KNRT Agus Rusyana Hoetman mengatakan, kondisi petani sawit sudah memprihatinkan.

”Sebagian petani sawit yang saya temui di Kecamatan Sorangga, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, memetik tandan sawit untuk dijadikan pupuk pohon sawit, bukan dijual,” ujarnya. Harga TBS sawit turun dari Rp 3.000 per kilogram (kg) menjadi sekitar Rp 200 per kg.

Pabrik biodiesel itu berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, dan di Sorangga, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pada Jumat (24/10) KNRT melatih 21 lulusan tingkat STM, D-III, dan S-1 untuk mengaktifkan pabrik itu.

Pekan ini ada pelatihan serupa di Kalimantan Selatan. Biodiesel mereduksi 10 persen solar—sebagai campuran, membuka alternatif produksi petani sawit, dan kampanye ramah lingkungan.

”Di Ogan Komering Ulu Timur ada sekitar 3.000 alat berupa traktor pertanian, genset, dan sebagainya, solar tiap hari 30.000 liter. Biodiesel mereduksi sampai 3.000 liter per hari. Penggunaannya bisa 100 persen dengan modifikasi alat,” kata Bambang.

Modifikasi peralatan, menurut Bambang, meliputi penggantian bahan-bahan karet semua saluran dari tangki hingga silinder ruang bakar dengan bahan viton atau teflon yang antilengket.

Tingginya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menyebabkan biodiesel mahal sehingga tidak kompetitif. Petani lebih suka menjual langsung ke eksportir. ”Sekarang harga biodiesel kompetitif,” kata Agus.

Setiap 5 kg TBS sawit, menurut Agus, bisa menghasilkan 1 kg CPO. Satu kg CPO itu menjadi 0,9 kg biodiesel atau sekitar 1,1 liter biodiesel. ”Biaya pengolahan 1 liter biodiesel berkisar Rp 3.800 per liter, sehingga sangat kompetitif dibanding harga solar industri atau tanpa subsidi pemerintah yang mendekati Rp 10.000 per liter,” kata Agus. (NAW)

Mandatory(BBN) mulai Januari 2009



Mandatory BBN Dorong Peningkatan Permintaan Komoditas Pertanian



JAKARTA. Mandatory atau pemberlakukan kewajiban pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) mulai Januari 2009 akan mendorong peningkatan permintaan komoditas pertanian khususnya bahan baku BBN atau biofuel. Menurut Deputy Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Khrisnamurti, diperkirakan peningkatan permintaan bahan baku biofuel awal tahun depan mencapai 1 juta hingga 1,2 juta ton.

''Ini merupakan jawaban konkrit Indonesia menghadapi krisis keuangan dunia. Dilihat dari permintaan dari dalam negeri angka ini tergolong besar,'' ujar Deputy Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Khrisnamurti di Jakarta, Senin (13/10). Ditambahkan ditengah situasi krisis keuangan dunia yang berimbas melemahnya permintaan produk pertanian di pasar dunia, prediksi pertumbuhan permintaan dari dalam negeri tersebut sangat memiliki arti yang strategis.

Hanya saja Bayu Khrisnamurti juga mengingatkan bahwa pengembangan BBN adalah kerja besar dan membutuhkan waktu jangka panjang. Tidak bisa instan. ''Ibarat lari adalah lari marathon. Jadi diperlukan daya tahan yang tinggi untuk pengembangan BBN,'' ujar dia. Meski demikian nilai strategis pengembangan BBN sebagai upaya diversifikasi energi menjadikan sekecil apapun langkah nyata pengembangan BBN memiliki harapan besar.

Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati dan lahan pertanian bagi bahan baku biofuel, memiliki potensi besar sebagai produsen penting BBN dunia. Bahkan jika ditangani dan dikelola dengan tepat bisa mengimbangi posisi Brasil, Amerika, Eropa, India maupun China. ''Bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi 'Timur Tengahnya' biofuel dunia,'' papar Bayu Khrisnamurti yang juga dosen IPB ini.

Pemanfaatan BBN, menurut Bayu Khrisnamurti, juga memiliki nilai strategis lain karena produk BBN tidak bergantung pada satu bahan baku. Sebab, selain kelapa sawit, biofuel bisa diproduksi dengan beragam bahan baku, seperti tebu, jarak pagar, singkong, ubi hingga nyamplung. Segingga fluktuasi harga maupun ketersediaan salah satu bahan baku diharapkan tidak mengganggu sisi produksi biofuel.
ESDM




Senin, Oktober 27, 2008

KSO : Bentuk Efisiensi Depot Pertamina /Plumpang


Kerja Sama Operasi


kerjasama operasi pertamina.jpg
Kerja Sama Operasi, Wakil Direktur Utama Iin Arifin Takhyan, Direktur Hulu Sukusen Soemarinda dan Presiden Direktur Pertamina EP Kun Kurnely menyaksikan para wakil mitra usaha Pertamina di bidang hulu menandatangani Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Pertamina EP di Jakarta, Rabu (25/4). Para mitra tersebut adalah PT Formasi Sumatera Energi, Geo Corporation Lt., PT Duta Firza, PT Geraldo Putra Mandiri, Pasific Oil & Gas Ltd., PT Sari Pari Pertiwi Abadi, PT Indelberg Indonesia, dan PT Kamundan Energi. Penandatanganan tersebut merupakan implementasi program stratejik Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dengan proyeksi produksi minyak di tahun 2009 sebesar BOPD serta komitmen investasi tiga tahun sebesar 135,4 juta dollar AS.
DepDir_Distribusi_Ahmad_Bambang Pengantar Redaksi :
Pertamina terus dituntut untuk melakukan terobosan-terobosan di berbagai fungsi maupun direktorat. Adapun terobosan yang dilakukan untuk mencapai tingkat efisiensi serta kualitas pelayanan yang optimal. Untuk itu dilakukan kerja sama operasi, dalam hal ini Pertamina menunjuk anak perusahaannya yakni Patra Niaga untuk mengelola depot-depot Pertamina. Berikut petikan wawancara Deputi Direktur
Distribusi Ahmad Bambang kepada Media Pertamina. Apa yang menjadi dasar utama dilakukannya Kerja Sama Operasi (KSO) dengan anak perusahaan?
Sebagaimana diketahui bahwa Pertamina hingga saat sekarang masih mendapat tekanan yang cukup berat dari stakeholder. Selain itu, hampir 50% deviden negara masih merupakan tugas dan tanggungjawab Pertamina.

Kedua, sejak diberlakukannya undang-undang baru No.22/2001, itu sudah mengubah iklim usaha migas menjadi lebih liberal.

Artinya siapa saja boleh masuk. Untuk diketahui, bahwa dalam iklim liberal yang bertahan cuma dua, yaitu siapa yang bisa menjual produk dengan harga lebih murah serta kualitas produk dan layanan yang bagus, itu yang akan menjadi pemenang.

Jadi tekanan utama sekarang di sisi harga dan kualitas. Artinya kita harus bisa men-deliver dengan harga yang wajar dan dengan kualitas yang baik.


Berkaitan dengan KSO, pengalihan pengoperasian depot kepada Patra Niaga, bagaimana?
Pada dasarnya karena Pertamina ingin efisien.

Mengubah pola yang dari dulu padat karya menjadi nantinya depot worldclass, yang semuanya full automation. Dengan menggunakan tenaga manusia seperlunya saja.

Itu yang merupakan hal mendasar.

Kedua, Pertamina mempunyai tanggung jawab moral untuk membesarkan anak-anak perusahaannya.

Nah, sekarang Pertamina tetap mengurus manajemen distribusi BBM, sedangkan untuk operasinya kita serahkan kepada anak perusahaan, agar anak perusahaan Pertamina menjadi besar.

Jadi itu sebabnya mengapa Pertamina menunjuk Patra Niaga.

Dengan menunjuk Patra Niaga, Pertamina dan Patra Niaga tetap mendapatkan keuntungan. Selain itu di sisi Pertamina juga tetap dapat efisiensi.

Program ini akan terus disebarluaskan, yang pada tahun 2008.

Terdapat 6 wilayah besar yang akan dilakukan, di antaranya Surabaya, Semarang, Medan, Jakarta, dan Banten.


Bagaimana dengan sistemnya?
Patra Niaga dalam hal ini, dia bertanggung jawab untuk mengelola dan memelihara. Jadi dengan demikian program executor-nya. Tapi manajemen distribusinya masih di Pertamina.

Karena Pertamina masih mempunyai orang disini dan jumlahnya tinggal 4 orang dari 18 orang. Dan fungsi orang Pertamina hanya memantau kegiatan yang dilakukan Patra Niaga. Sudah benar atau belum. Kedua, menjamin kepuasan kepada konsumen dan menjamin suplai depot aman.



Mengapa depot-depot di-KSO-kan?
Karena Pertamina tidak mempunyai kompeten untuk memelihara fasilitas yang automation.

Selama ini, teknik bisa membangun automation tetapi setelah itu tidak terpelihara. Sebagai contoh Tanjung Gerem dan Manggis. Automation dibangun dan di-upgrade, tapi tidak beroperasi secara maksimal.

Nah, saya meminta kepada Patra Niaga untuk melakukan kerja sama sebagai penyedia automation yang terintegrasi ini sehingga menjadi world class.

Kemudian ekspetisenya, Patra Niaga bisa mengelola murni.

Jadi dalam hal ini Patra Niaga bukan hanya mengoperasikan dan memelihara saja, tetapi juga bisa berinvestasi.

Seperti di Surabaya Patra Niaga perlu dana kurang lebih 40 miliar untuk mengubah tampilan depot Surabaya menjadi world class.

Misalnya filling set mungkin hanya perlu beberapa buah dengan desain multi produk dan pipa di atas.

Di sini (Depot Cikampek, red) sistemnya sudah bagus dan baru. Jadi investasinya tidak banyak. Tinggal menjalankan dan memelihara saja.

Meskipun secara bertahap, Patra Niaga tetap perlu melakukan perbaikan sedikitsedikit sehingga nantinya menjadi Depot world class.



Apa saja yang masuk dalam KSO?
Kerjasama dengan Patra Niaga sekarang ini baru pada ke sistemannya saja. Jadi yang terkait secara meter dan automation.

Kalau memelihara pagar, tangki dan pipa, masih tanggung jawab Pertamina. Itu pun cost-nya sudah diperhitungkan.

Termasuk tanggung jawab LK3.

Karena itu Pertamina masih menaruh beberapa orangnya.

Untuk sementara dilakukan uji coba terlebih dahulu, dan manajemen suplai masih tanggung jawab Pertamina. Karena itu tanggung jawab Pertamina dalam suplai dn distribusi masih tetap sama.•NDJ

Harga BBM Turun Tunggu ICP 63 Dollar


Senin, 27 Oktober 2008 | kompas :coy*s

JAKARTA, SENIN — Pemerintah masih menunggu harga minyak Indonesia (Indonesia crude price/ICP) menyentuh 63 dollar AS per barrel sebelum mengkaji penurunan harga BBM bersubsidi.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Senin (27/10), mengatakan, harga ICP sebesar 63 dollar AS per barrel berarti harga premium keekonomian sudah setara dengan premium bersubsidi, yakni Rp 6.000 per liter.

"Saat ini ICP masih 71-72 dollar AS per barrel. Jadi, kita tunggu apakah menyentuh 63 dollar AS per barrel atau tidak pada hari-hari mendatang," katanya.

Menurut Purnomo, pemerintah belum bisa memastikan apakah harga premium bersubsidi bisa diturunkan pada tahun ini atau tidak. "Kita lihat perkembangan harga minyak dulu," ujarnya.

Purnomo juga membantah terdapat kelebihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang telah dialokasikan dalam APBN Perubahan 2008 senilai Rp 126 triliun.

"Tidak betul kalau dikatakan saat ini ada kelebihan subsidi BBM. Alokasi subsidi senilai Rp126 triliun sudah terpakai semua," katanya.

Sebelumnya, sejumlah kalangan, baik anggota DPR maupun pengamat, mengungkapkan, saat ini sudah terdapat kelebihan alokasi subsidi APBN Perubahan 2008 sehingga bisa dipakai buat menurunkan harga BBM bersubsidi.

Menurut Purnomo, saat harga minyak dunia tinggi yang mencapai rekor sebesar 147 dollar AS per barrel pada awal tahun, telah menyerap banyak subsidi BBM. "Jadi, sekarang sudah habis," katanya.

Ia menambahkan, kalaupun ingin alokasi subsidi BBM tetap Rp 126 triliun, ICP harus 45 dollar AS selama November-Desember 2008. "Saya akan paparkan angka-angkanya dalam raker dengan Komisi VII DPR siang ini," katanya.

Jumat, Oktober 24, 2008

teroris incar PLUMPANG dan objek Pemerintah lainnya.siapakah sebenarnya Wahyu???Polri Masih Memburu Dua Tersangka Teroris lagi







margocoy: Depo BBM Plumpang, Jakarta Utara


Dua hari lalu warga Jakarta dikejutkan masih adanya penemuan rumah kontrakan yang berisikan bahan-bahan peledak dan amunisi. Ternyata Jakarta masih belum aman dari bom. Dan yang lebih mengejutkan lagi, sasaran peledakan kali ini adalah Depo Pengisian Bahan Bakar Minyak Plumpang Jakarta Utara, atau Depo Plumpang. Depo ini adalah fasilitas yang sangat strategis dan dapat melumpuhkan perekonomian bila gagal beroperasi apalagi diledakkan.

Rumah kontrakan di Kelapa Gading Sengon, tempat penemuan bahan peledak dan amunisi terletak di kawasan pemukiman padat penduduk dan bersebelahan dengan Depo Plumpang, dan sangat dekat dengan salah satu tangki penampungan BBM. Sementara Depo Plumpang merupakan depo yang memasok puluhan ribu liter BBM setiap harinya ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Jabotabek. Setidaknya depo ini memiliki 20 tangki raksasa berdiameter 50 meter setiap tangkinya. Sebagai bayangan, Depo plumpang ini memilikipanjang sekitar 1 kilometer dan lebar 500 meter.

Wahyu, tersangka pemilik bahan peldak ini diduga sebagai salah satu murid dari Dr. Azahari dan mempunyai kemampuan membuat bahan peledak dan meledakkan. Dan bila aksi peledakan dilakukan di Depo Plumpang dan mengenai satu saja tangki BBM, akan terjadi efek ledakan yang luar biasa besar karena akan menyambar belasan tangki raksasa lainnya. Ledakan ini selain menghancurkan jaringan BBM di Plumpang, diperkirakan akan memakan korban jiwa yang sangat banyak, karena letak Depo Plumpang di kawasan padat penduduk. Bisa dibayangkan,berapa ratus korban jiwa yang bisa terbunuh, berapa ribu rumah dan harta benda lainnya yang hancur. Ini akan lebih mematikan daripada Bom Kuningan maupun Bom Mariott yang pernah terjadi sebelumnya.

Sementara bila bom ini diledakkan akan berpengaruh pada aktivitas ekonomi maupun aktivitas harian belasan juta warga Jabotabek. Hancurnya Depo Plumpang, akan menghentikan aktivitas distribusi BBM ke seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dan ini akan mengakibatkan ratusan ribu kendaraan tak dapat mengisi bahan bakar serta banyak warga Jakarta dapat terhenti aktivitasnya. Namun perkiraan ini belum memasukkan bila Pertamina sebagai pemilik depo sudah mempunyai contingency plan untuk mengantisipasi bencana semacam ini.

Melihat bahaya seperti ini, sudah seharusnya peran Depo Plumpang dipecah ke depo lain dan sebagai fasilitas vital perekonomian bangsa, depo semacam ini harus dijauhkan dari pemukiman padat penduduk. Karena Depo semacam itu dapat membahayakan penduduk sekitar, dan sebaliknya warga setempat dapat disusupi oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang mengancam keberadaan depo.


SIAPA WAHYU "TERORIS" SEBENARNYA?


JAKARTA-CRIMENEWS: Tersangka aksi terorisme yang juga akan meledakkan Depo Penampungan dan Distribusi BBM Plumpang, Jakarta Utara (Jakut), Wahyu alias Rusli Mardhani alias Uci alias Farid alias Zulfikar, diduga memiliki jaringan kuat di lingkungan teroris di Indonesia.


Wahyu yang dalam penampilan kesehariannya nampak sederhana dan biasa saja itu, diyakini memiliki kemampuan sangat tinggi dalam perakitan dan peracikan bahan-bahan pembuat bom.

Menurut Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak, Wahyu juga tercatat pernah terlibat pertempuran di Ambon dan adu tembak dengan polisi di Pos Brimob, Loki, Maluku Tengah. Ia pernah jihad di Ambon 2002-2003 dan tahun 2005.


Pada 22 Januari 2007 kontak senjata api dengan tim Mabes Polri di Poso pada saat penangkapan pelaku teror di Poso. Wahyu lalu melarikan diri pada tanggal 24 Januari 2007 ke Gorontalo. Pada 25 Januari 2007 lari ke Jakarta sampai dengan sekarang.


Wahyu juga pernah terlibat dalam kasus penembakan anggota Brimob di Loki, Maluku. Turut serta bersamanya Asep Dahlan, Asadullah, dan lain-lain. Ia juga terlibat kepemilikan senjata api, amunisi, bahan peledak, cairan kimia dalam rangka persiapan kegiatan teroris di Indonesia.


Lantas, siapa 7 anggota lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka baru? Menurut Sulistyo, mereka diduga merupakan murid dari teroris terkenal (alm) Dr Azahari. Ini bisa diidentifikasi dari cara mereka merakit bom yang sama.

Kelompok ini merupakan kolaborasi dari kelompok yang lebih besar, meliputi kelompok Jundullah di Sulawesi, kelompok Jamaah Islamiyah di Ambon, Poso dan Jawa, kelompok Kompak di Kayamaya Poso, Ambon, dan Jakarta.


Kelompok ini diduga juga terkait dengan kelompok Fakta di Palembang, kelompok NII di Jakarta, dan kelompok Jamaah Islamiyah di Singapura dengan tokohnya Hasan alias Taslim yang merupakan lulusan kamp Al Qaida di Afghanistan.


Kelompok ini, lebih canggih dibanding para pelaku terorisme sebelumnya. Indikasinya, printed circuit board (PCB) yang mereka buat sudah lebih sempurna dan lebih rapi dibanding PCB yang pernah disita. Kemajuan signifikan dalam PCB ini mengakibatkan pembuatan switching bomb lebih cepat dan lebih banyak. (Joe)
Teroris Mulai Incar Objek Milik Pemerintah
Suasana pengisian truk tangki di Pertamina Depot Plumpang. Jakarta Utara. Pusat pengisian BBM di Jakarta Utara ini merupakan sarana vital bagi pasokan BBM wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Karawang.
Jumat, 24 Oktober 2008 | 15:27 WIB

JAKARTA, JUMAT - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan, sasaran teroris saat ini tidak lagi fokus pada masalah perlawanan terkait dengan perbedaan aqidah dan simbul-simbul barat seperti Amerika Serikat (AS). Menurut Kapolri, saat ini fokus kelompok teroris sudah mulai bergeser pada pemerintah yang memerangi terorisme. Sasarannya adalah objek-objek vital milik pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan Kapolri di Mabes Polri, Jumat (24/10), seusai melantik Kapolda Jawa Barat Irjen Susno Duaji sebagai Kabareskrim Mabes Polri menggantikan dirinya. Pernyataan Bambang Hendarso ini untuk menjawab keraguan masyarakat terkait dengan klaim Densus 88 Antiteror yang menyatakan kelompok teroris Wahyu Cs yang digulung di Kelapa Gading akan meledakkan Depo Pertamina Plumpang.

Sementara selama ini kelompok teroris yang terkait dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) sasarannya bukan milik pemerintah seperti Depo Pertamina. Mereka selalu memilih sasaran gedung yang menjadi simbol AS atau tempat yang banyak dikunjungi oleh orang barat. Sehingga klaim akan meledakkan Depo Pertamina diragukan oleh berbagai pihak.

Menurut Kapolri, dengan bergesernya fokus perlawanan ini, tidak mengada-ada bila kelompok Kelapa Gading yang digulung beberapa waktu lalu membidik Depo Pertamina Plumpang untuk diledakkan.

"Mereka tidak lagi hanya fokus pada kelompok yang berbeda aqidah atau yang mereka sebut sebagai orang kafir. Tapi sekarang juga sudah mulai mengalihkan sasaran pada pejabat atau pemerintah yang memerangi teroris," jelas Bambang Hendarso Danuri.

Menurut Kapolri, jaringan teroris di Indonesia sangat banyak dan terorganisir dengan baik. Keberadaan mereka seperti gunung es, kelihatannya di permukaan hanya sedikit, tapi sesungguhnya di dalamnya sangat besar.

Polri Masih Memburu Dua Tersangka Teroris Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
24/10/2008 21:12:54 WIB

24/10/2008 21:12:54 WIB

JAKARTA, Investor Daily

Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri terus memburu dua tersangka kasus teroris di Jakarta Utara, Selasa (20/10) yang kini kabur. Kedua tersangka yang lolos dari penangkapan itu adalah Sbrh dan Abh.

‘Polri belum dapat memastikan apakah dua orang yang lolos itu warga negara Indonesia atau warga negara asing,” kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak Kamis (23/10).

Kedua tersangka itu diduga terus berpindah-pindah tempat tinggal. Mereka menggunakan nama lain sebagaimana tersangka lain yang tertangkap yakni Rusli Mardani alias Wahyu Ramadhan alias Uci alias Farid alias Zulfikar.

Selain mengejar dua tersangka yang kabur, polisi juga terus mengumpulkan keterangan dan barang bukti terkait dengan penangkapan lima tersangka.


Tersangka lain yang tertangkap selain Rusli adalah Muntasir, dan Nurhasani alias Hasan, Imam Basori alias Basar dan Budiman.

Rusli, Hasan, Muntasir, dan Budiman tertangkap di Jakarta sedangkan Basar tertangkap di Bogor.
Dalam penyelidikan, Rusli diduga terlibat kasus terorisme di Poso dan Ambon, sedangkan keempat kawan Rusli diduga terlibat kasus kepemilikan senjata api dan bahan peledak di Jakarta Utara.
Dari kelima tersangka itu, Budiman kini dirawat di rumah sakit karena sakit tifus dan anemia.

Barang bukti yang disita di Jakarta Utara antara lain pistol kaliber 9 mm, satu magazen, 27 butir peluru kaliber 9 mm, satu laras senjata api, satu peredam suara senjata api, 257,5 gram TMP dan dokumen tentang perakitan bom. (ris)